RSI Benowo: Sudah SOP, Jenazah Pasien Covid-19 Berpampers di Ruang Isolasi

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Surabaya - Humas Rumah Sakit Islam (RSI) Darus Syifa Benowo Surabaya, Ahmad Nafi' mengaku, pihaknya sudah menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) menangani jenazah pasien Covid-19 yang meninggal di ruang isolasi IGD.

"Tidak hanya pasien yang videonya viral itu saja, semua pesien Covid-19 yang meninggal di ruang khusus isolasi maupun ruang isolasi IGD, jenazahnya hanya dibungkus plastik dan memakai pampers," ujarnya kepada Liputan6.com di RSI Darus Syifa' Benowo Surabaya, Kamis (8/7/2021).

Nafi' menegaskan, pihaknya sengaja tidak melepaskan pampers dan plastik tersebut karena tidak ingin bagian tubuh, darah atau organ lainnya dari pasien yang keluar dan tercecer.

"SOP-nya memang seperti itu. Selanjutnya jenazah pasien dipindahkan ke kamar jenazah. Dan di tempat itu baru dilakukan pemulazaran jenazah yang sesuai dengan syariat Islam serta ditutup peti mati," ucapnya.

Nafi' menegaskan, salah satu keluarga pasien yang mengaku sebagai anaknya, dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap juga menyaksikan proses pemulazaran jenazah.

"Jadi sebenarnya masalah ini sudah clear, kami dengan keluarga pasien tidak ada masalah dan kami tidak berlanjut ke proses hukum untuk menuntut pengunggah video viral itu," ujarnya.

Nafi' melanjutkan, jenazah pasien Covid-19 itu sudah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) khusus Covid-19 di Babat Jerawat, Surabaya.

"Bahkan keluarga pasien tersebut, Jumat kemarin datang ke sini untuk mengambil surat kematian," ucapnya.

Sebelumnya, Nafi' membenarkan sebuah video viral jenazah pasien Covid-19 menggunakan pampers dan dibungkus plastik yang terjadi di tempat kerjanya.

Nafi' menceritakan, pasien itu warga Manukan Surabaya, berjenis kelamin perempuan dan berusia 67 tahun.

"Beliau masuk IGD pada tanggal 16 atau 17 Juni 2021, sekitar pukul sembilan atau sepuluh pagi," ujarnya.

Nafi' melanjutkan, pasien itu awalnya didiagnosa menderita pneumonia paru. Dan dari hasil pemeriksaan tiga dokter spesialis yaitu Syaraf, Paru dan Penyakit dalam, maka diketahui bahwa yang bersangkutan juga terpapar Covid-19.

"Dari rekomendasi tiga dokter itu, pasien disarankan untuk menjalani rawat inap di ruang isolasi IGD. Namun kami kembalikan lagi kepada keluarga, mau dirawat di sini atau dibawa pulang," ucapnya.

Nafi' mengatakan, keluarga pasien awalnya tidak mau kalau pasien ditempatkan di ruang isolasi IGD, namun setelah melalui berbagai pertimbangan akhirnya keluarga pasien menerima itu dan juga berkenan tanda tangan.

"Belum sampai satu hari, satu kali 24 jam, beliau meninggal dunia malam hari. Prosesnya juga lama sampai pukul dua atau tiga dini hari. Dan kondisinya memang masih memakai pampers dan dibungkus plastik di ruang isolasi IGD," ujarnya.

Nafi' menegaskan, sebenarnya ada proses selanjutnya yang dilakukan kepada pasien itu namun pihak keluarga sudah marah-marah terlebih dahulu dan videonya juga viral.

"Kejadiannya sudah lama dan baru viral akhir-akhir ini, saya jadi bingung, dan harusnya ada video yang lebih lengkap, video viral itu cuma menampilkan sebagian gambar saja," ucapnya.

Video Viral

Sekedar diketahui, video RSI Benowo viral diFacebook pada Sabtu 3 Juli 2021 dan diunggah oleh akun Adi Putra dan telah dilihat oleh ribuan orang.

Dalam video tersebut ada tulisan watermark RSI Benowo di bagian tengah dan memperlihatkan kerumunan warga yang marah.

Perekam video tersebut terdengar sangat marah saat memperlihatkan jenazah yang ada di RSI Benowo yang terbungkus plastik ketat dan hanya memakai pampers

Warga tidak terima dengan perlakuan jenazah tersebut karena belum ada hasil pemeriksaan positif covid-19.

"Lari semua, yang memandikan nggak ada. Lari semua ini. Gak ada di sini. Apa layak seperti ini," ujar perekam video yang memperlihatkan jenazah yang dibungkus plastik.

Pada bagian resepsionis terlihat kerumunan warga yang marah karena jenazah tidak dimandikan.

"Ini belum ada hasilnya positif covid 19 kok dibegitukan. Mana? Apa ada hasilnya positif?" ujar seorang warga dalam video.

Sementara itu tim yang memandikan jenazah tidak terlihat di dalam video tersebut.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel