RSLI Indrapura Siaga Omicron, Siap Tampung Kedatangan PMI

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Surabaya - Ketua Pelaksana PPKPC Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya Radian Jadid menyatakan, pihaknya siap menghadapi varian baru Omicron. Seluruh personel, baik tenaga kesehatan maupun relawan pendamping tetap siaga.

Dia menambahkan, RSLI telah teruji dengan berbagai varian yang muncul mulai Delta, UK, hingga Afsel.

"Sementara menghadapi dampak Nataru maupun varian baru Omicron, tidak ada persiapan khusus, namun nantinya kalau ditugaskan menangani pasien Covid-19 terutama dari luar negeri (PMI) tentunya pengetatan penggunaan APD dan pelaksanaan protokol kesehatan tetap menjadi perhatian utama,"ujarnya Senin (27/12/2021), dikutip dari TimesIndonesia.

RSLI juga telah mempersiapkan peralatan dan ketersediaan APD. Walaupun beberapa disimpan di gudang untuk keamanan dan menghindari kerusakan. Kondisi peralatan masih aman.

"Informasi dari bagian apoteker, ketersediaannya hingga 3 bulan kedepan masih aman. Barusan juga berkoordinasi dengan dr Erwin, Kadinkes Jatim. Semuanya bergerak dinamis. Beberapa kebijakan menunggu arahan dari gubernur maupun pemangku kepentingan dari pusat, karena terkait koordinasi lintas kementerian," kata Jadid.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Belum Diputuskan

Ribuan pekerja migran Indonesia (PMI) bakal kembali ke tanah air melalui Bandara Internasional Juanda pada awal Januari 2022 mendatang.

Asrama Haji Sukolilo kembali menjadi tempat karantina PMI selama 10 hari sebelum mereka kembali ke tempat asalnya. Rencananya, karantina dibuka mulai 2 Januari 2022.

Selain di Asrama Haji Sukolilo, pemerintah juga membuka lokasi karantina di Balai Diklat Kemenag, LPMP dan hotel. Sementara untuk tempat karantina cadangan berlokasi di Rumah Sakit Darurat Lapangan (RSDL) Bangkalan.

Khofifah juga mengatakan kesiapan tiga rumah sakit lapangan untuk menampung kedatangan PMI kendati belum ada keputusan lebih lanjut hingga saat ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel