RSPI minta para orang tua waspadai gejala awal hepatitis akut

Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Jakarta meminta para orang tua untuk mewaspadai gejala awal hepatitis akut.

"Gejala lemah dan lesu, mual, diare langsung cek ke dokter untuk memastikan agar bisa dideteksi sedini mungkin," ujar dokter RSPI Sulianti Saroso Jakarta Ernie Setyawati dalam webinar bertema "Waspadai dan Cegah Hepatitis Akut" yang diikuti di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan hepatitis misterius atau akut yang terjadi di sejumlah negara, termasuk Indonesia, memang belum diketahui penyebabnya.

Namun, ucapnya, penting bagi orang tua untuk mengetahui gejala awal guna menghindari gejala yang lebih parah seperti kuning pada tubuh dan mata hingga kehilangan kesadaran.

Menurutnya, gejala tersebut menunjukkan bahwa penderita mengalami infeksi yang sudah berat.

"Hepatitis misterius ini memang kenyataannya berbahaya, jadi anak yang sehat dalam kurun waktu satu minggu bisa menjadi berat, tidak boleh diremehkan," tuturnya.

Ia mengemukakan penderita hepatitis akut mengalami peradangan dan kelainan pada hati atau lever, sehingga menyebabkan terganggunya fungsi hati.

Baca juga: RSPI minta masyarakat jalankan hidup bersih hindari hepatitis akut

Apabila terjadi kerusakan pada hati, lanjut dia, bilirubin akan bertumpuk di dalam darah dan mengendap di kulit sehingga tubuh terlihat kuning.

"Pada kasus yang berat, penderita dapat mengalami hilang kesadaran," paparnya.

Ernie mengingatkan secara umum penyakit hepatitis, baik hepatitis A sampai E tidak hanya menyerang pada anak, tapi semua usia.

"Hepatitis misterius ini kebetulan terjadi pada anak umur satu bulan sampai 16 tahun, yang paling banyak di bawah lima tahun," katanya.

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat guna menghindari terjangkit hepatitis akut.

"Hepatitis akut atau misterius ini memang belum diketahui penyebabnya, namun tersangka agen penyebab utamanya dari adenovirus. Adenovirus ini hidupnya di saluran cerna dan pernapasan, dan itu yang perlu kita waspadai," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengemukakan 74 persen dari total 614 pasien anak diduga hepatitis akut misterius di sejumlah negara positif mengandung Adenovirus.

"Adenovirus sebagai salah satu hipotesis penyebab hepatitis akut misterius disebabkan karena 74 persen dari total 614 yang terkena, positif Adenovirus, tapi tidak semua Adenovirus," katanya.

Ia mengatakan para ahli kesehatan dunia juga terus mendalami 74 persen strain Adenovirus yang dialami pasien untuk memastikan secara klinis sebagai partner konfirmasi dalam kasus hepatitis misterius.

Baca juga: Epidemiolog: Jaga kebersihan makanan untuk cegah hepatitis akut
Baca juga: Kemenkes: Separuh dari 35 laporan tidak terbukti hepatitis misterius
Baca juga: Dipastikan terus jalan, pantauan hepatitis akut di sekolah

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel