RSPI Sulianti Saroso Catat 18 Kasus Diduga Hepatitis Akut

Merdeka.com - Merdeka.com - Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, dr. Mohammad Syahril menyebut sudah ada 18 laporan kasus hepatitis akut. Dari jumlah tersebut, 7 kasus dikesampingkan dari kategori dugaan hepatitis akut, discarded.

"Yang disingkirkan dari diagnosis hepatitis ini karena dia ternyata ada hepatitis A, satu hepatitis B, ada yang tipes, dan demam berdarah dengue," kata Syahril dikutip melalui akun Youtube Kementerian Kesehatan, Jumat (13/5).

Rerata, pasien discarded hepatitis akut berusia di atas 16 tahun.

Berikut laporan 7 kasus discarded hepatitis akut;

1 kasus virus Hepatitis A
1 kasus virus Hepatitis B
1 kasus demam tifoid (tipes)
2 kasus demam berdarah dengue (DBD)
2 kasus di atas 16 tahun

Secara terpisah, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus hepatitis akut misterius yang menyerang anak di sejumlah negara di dunia.

"Dalam dua pekan terakhir ini kami meningkatkan kewaspadaan di Indonesia karena.Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyatakan hepatitis akut ini sebagai kejadian luar biasa (KLB)," kata Juru Bicara Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (3/5).

Menurut WHO, kata Nadia, laporan tersebut datang dari negara di Eropa, Amerika dan Asia, dan belum diketahui penyebabnya sejak 15 April 2022.

Dia menegaskan kewaspadaan tersebut meningkat setelah tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr Ciptomangunkusumo Jakarta dengan dugaan hepatitis akut meninggal dunia dalam kurun waktu yang berbeda dengan rentang dua pekan terakhir hingga 30 April 2022. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel