RSUD Kanjuruhan miliki instalasi dialisis untuk penyakit katastropik

RSUD Kanjuruhan Malang kini telah memiliki instalasi dialisis untuk layanan penanganan empat jenis penyakit katastropik atau penyakit berat/parah dengan kondisi akut, seperti gangguan jantung, stroke, ginjal serta kanker.

Fasilitas penunjang itu resmi dioperasionalkan setelah mendapat izin dari Kementerian Kesehatan untuk diterapkan di RSUD Kanjuruhan Malang.

"Ini merupakan ikhtiar sekaligus komitmen kami dalam penyediaan layanan kesehatan paripurna di RSUD Kanjuruhan," ucap Direktur RSUD Kanjuruhan, dr. Bobi Prabowo, Sp.Em, KEC, M.Biomed di Malang, Sabtu.

Ia mengungkapkan, proses untuk penyediaan sarana dialisis yang sarat teknologi modern bidang kesehatan ini cukup panjang.

Pemkab Malang bahkan memberi dukungan penuh terhadap ikhtiar RSUD Kanjuruhan yang berlokasi di Kota Kepanjen, Malang ini untuk melengkapi dan memodernisasi sarana dan prasarana penunjang medik, agar dokter bersama seluruh tenaga kesehatan maupun non tenaga kesehatan yang bertugas di rumah sakit daerah ini bisa bekerja optimal.

Baca juga: RSUD Kanjuruhan Malang jadi jejaring Rumah Sakit Jantung Harapan Kita

Baca juga: Korban tragedi Kanjuruhan diperbolehkan pulang usai dirawat satu bulan

Masyarakat yang berobat juga mendapat pelayanan kesehatan paripurna, dengan biaya terjangkau di semua lapisan kelas ekonomi. Baik kelompok ekonomi menengah ke atas maupun masyarakat miskin atau prasejahtera.

"Unit Instalasi Dialisis ini merupakan perintah langsung dari Bupati Malang dan Kementerian Kesehatan," kata Bobi.

Dan setelah sarana dialisis tersedia berikut SDM nakes yang mengoperasikan dinyatakan siap, layanan ini resmi mendapat izin dari Kemenkes untuk diterapkan di RSUD Kanjuruhan Malang secara penuh pada Kamis (13/1), bersamaan dengan seremoni peresmian sejumlah layanan baru di rumah sakit daerah milik Pemkab Malang itu.

"Dengan dibukanya layanan baru ini menjadi wujud komitmen kami untuk terus meningkatkan fasilitas guna mewujudkan masyarakat Kabupaten Malang yang sehat dan makmur," ujar Bobi.

Nakes berfoto bersama usai peresmian sejumlah fasilitas layanan baru di RSUD Kanjuruhan, Malang, Kamis (12/1/2023) (ANTARA/HO - Humas RSUD Kanjuruhan)
Nakes berfoto bersama usai peresmian sejumlah fasilitas layanan baru di RSUD Kanjuruhan, Malang, Kamis (12/1/2023) (ANTARA/HO - Humas RSUD Kanjuruhan)


Bupati Malang H.M Sanusi pun memberi apresiasi tinggi atas beroperasinya sejumlah fasilitas layanan baru di RSUD Kanjuruhan, termasuk instalasi dialisis yang memiliki sarana penunjang medik modern tersebut.

"Di rumah sakit ini sudah ada fasilitas cathlab canggih dengan seri terbaru dan menjadi yang pertama serta satu-satunya yang didatangkan di Jawa Timur. Ini sungguh luar biasa, " apresiasi Sanusi saat peresmian.

"Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada RSUD Kanjuruhan yang terus melakukan peningkatan layanan dan inovasi tiada henti," lanjut dia.

Dengan adanya alat ini, Sanusi optimistis pelayanan terhadap pasien gangguan jantung dapat semakin cepat dan akurat.

Bersamaan dengan peresmian instalasi dialisis itu, RSUD Kanjuruhan juga meluncurkan sejumlah layanan baru untuk mengoptimalisasi layanan kesehatannya.

Mulai dari Lobby PAT (pelayanan administrasi terpadu), ruang bedah sentral (MOT), instalasi radiologi (Mamografi), serta instalasi pelayanan khusus (VIP B - Soekarno Hatta).

"Pelayanan kesehatan kepada masyarakat harus diutamakan, tidak selamanya menghitung dari sisi bisnisnya saja, tapi bagaimana pelayanan kepada masyarakat semakin baik," ucap Bupati Sanusi menitip pesan.

"Semoga bisa memberikan pelayanan prima untuk masyarakat Kabupaten Malang yang memerlukan perawatan di RSUD Kanjuruhan ini," pungkas Sanusi.

Baca juga: Pasien terakhir tragedi Kanjuruhan dipulangkan usai dirawat 50 hari