RSUD NTB paparkan perihal sistem "travel bubble" di ajang MotoGP 2022

·Bacaan 2 menit

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Nusa Tenggara Barat dr Lalu Herman Mahaputra memaparkan perihal sistem "travel bubble" dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Tes Pramusim dan Race MotoGP 2022.

"Nantinya sistem ini harus benar-benar kita jalankan, tanpa terkecuali. Jadi semua yang terakses di Sirkuit Mandalika tidak boleh keluar. Kalau masuk, ya masuk, kalau keluar, tentu nanti harus koordinasi dengan satgas (satuan tugas) COVID-19," katanya di Mataram, Kamis.

Pada Rabu (26/1) ia memaparkan sistem "travel bubble" ke hadapan para pihak pada rapat koordinasi.

Ia mengatakan bagi mereka yang sudah terlanjur keluar kawasan Sirkuit Mandalika, kemudian hendak kembali masuk, orang tersebut harus menunjukkan surat hasil tes usap PCR negatif. Surat tersebut ditunjukkan kepada satgas yang bertugas.

"Kalau positif, akan kita geser ke tempat isolasi terpadu, di Poltekpar (Politeknik Pariwisata) Lombok di Praya, Lombok Tengah," katanya.

Sistem "travel bubble" ini, kata dia, mulai berlaku sejak kedatangan di Bandara International Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). Mereka yang tiba, dipastikannya akan berada dalam pantauan Satgas Penanggulangan COVID-19.

"Jadi sistem 'travel bubble' itu akan mendeteksi varian COVID-19. Mulai dari BIZAM, kemudian geser ke hotel, di sana kita lakukan tes PCR. Kalau hasil negatif, baru boleh berinteraksi dengan sirkuit. Kalau positif, kita geser ke lokasi isolasi terpadu," katanya.

Sistem "travel bubble" ini dipastikan akan berlaku sejak Tes Pramusim MotoGP pada 11-13 Februari 2022. Begitu juga berlanjut pada ajang balap sesungguhnya, 18-20 Maret 2022.

"Untuk tes pramusim kita tetap pakai standar yang ada. Nantinya untuk balapan Maret, karena ada penonton, tentunya akan ada peningkatan (pengawasan)," katanya.

Penerapan dari sistem ini pun akan berlaku bagi seluruh pengunjung MotoGP 2022, baik kepada penonton, kru, ofisial, pembalap, serta para panitia yang terlibat.

"Intinya yang pertama itu prokes (protokol kesehatan). Karena tidak ada lagi obat (COVID-19), selain prokes. Kedua, ya ini, sistem 'travel bubble', harus jalan," demikian Lalu Herman Mahaputra .

Baca juga: Pemerintah akan terapkan Travel Bubble saat MotoGP Sirkuit Mandalika

Baca juga: NTB perketat protokol kesehatan objek wisata jelang MotoGP

Baca juga: Sirkuit Mandalika matangkan protokol kesehatan jelang WSBK

Baca juga: Menhub pastikan kelancaran transportasi dan prokes di MotoGP Mandalika

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel