RSUD Tarutung dirikan tenda darurat tampung korban gempa

RSUD Tarutung mendirikan tenda darurat untuk menampung korban luka akibat gempa bumi tektonik yang terjadi di Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

"Saat ini tenda darurat didirikan di RSUD Tarutung khusus untuk perawatan korban gempa bumi. Pembiayaan para pasien digratiskan tanpa melihat status BPJS karena kondisi saat ini adalah masa tanggap darurat," kata Direktur RSUD Tarutung, Janri Aoyagie Nababan di Tarutung, Sabtu.

Keberadaan tenda darurat akan tetap difungsikan selama masa tanggap darurat bencana gempa bumi diberlakukan.

"Sesuai petunjuk Bupati Taput Nikson Nababan dan Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak dalam lawatannya, akan ada trauma healing dari dokter kesehatan jiwa yang disiapkan bagi para pasien," katanya.

"Jika ada yang bilang korban meninggal sudah dua orang, itu adalah hoaks. Sebab, selain satu korban meninggal dunia, hingga saat ini jumlah korban yang menjalani perawatan di RSUD Tarutung masih 18 orang dan dominasi luka ringan dan lecet," tambahnya.

Dikatakan, dari 18 korban yang menjalani perawatan di RSUD Tarutung, 11 pasien sudah diperbolehkan pulang dengan status rawat jalan karena luka yang diderita hanya luka ringan dan luka lecet saja.

Sementara itu, tujuh korban luka lainnya harus dirawat inap di tenda darurat RSUD Tarutung karena harus menjalani observasi perawatan.

Sementara terkait jumlah korban akibat gempa bumi dini hari tadi, Kadis Kesehatan Tapanuli Utara, Sudirman Manurung juga menegaskan jika hanya ada satu orang korban meninggal dunia pascagempa bumi di Taput.

"Sementara, delapan korban luka yang dirawat di Puskesmas, yakni tiga orang dirawat di Puskesmas Tarutung, tiga orang di Puskesmas Siatasbarita, satu orang di Puskesmas Aek Raja (lokasi pusat gempa), serta satu orang korban luka yang dirawat di Puskesmas Sipahutar," tukas Sudirman.
Baca juga: Gempa Kembali Guncang Tarutung
Baca juga: 124 Ruang Sekolah Rusak Akibat Gempa Tarutung
Baca juga: PMI Berhasil Capai Lokasi Terparah Gempa Tarutung