RT dan Warga Keluhkan Bansos Surabaya Belum Tepat Sasaran

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Surabaya - Perangkat RT 3 RW 5, Kecamatan Wonocolo, Surabaya dan warga setempat mengeluhkan terkait bantuan sosial (Bansos) yang dianggap belum tepat sasaran.

Wakil ketua RT 3 Syaifullah mengaku, selama ini data yang dipegang oleh pihaknya itu adalah data yang diberikam dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya.

"Kami sudah dapat data dari Dinas Sosial (Dinsos), dan kami tidak pernah nyetor data. Sehingga banyak warga yang protes yang tidak menerima bantuan dari pemkot," ujarnya, Kamis (23/9/2021).

Pria yang akrab disapa Saipul ini mengaku pihaknya tidak bisa berbuat banyak ketika ada warga yang protes. Dia hanya bisa memberikan pengertian dan arahan kepada warga.

"Saya tidak bisa apa apa, karena data kan sudah dari sana, (dinsos). Data yang di sini yang sudah dapat 50 KK. Namun jumlah keseluruhan di sini kurang lebih 100 KK," ucapnya.

Setelah diprotes oleh warga, lanjut Saipul, pihaknya mencoba untuk menemui dan meminta penjelasan kepada dinsos terkait dengan data yang disetorkan ke RT.

"Data yang disetorkan itu data baru, tetapi saya berharap kepada warga yang belum menerima bantuan bisa legowo," katanya.

Disinggung terkait apakah bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Surabaya tepat sasaran, Saipul tidak bisa menjelaskan secara detail dan rinci.

"Bantuan ini belum bisa pas dan masih ada kekurangan, karena pihak RT maupun RW tidak bisa berbuat banyak. Karena data sudah dari dinsos," ucapnya.

Saipul berharap, semoga kedepannya nanti bantuan yang datang dari pihak swasta ataupun mana saja bisa dialihkan ke warga yang mungkin memang lebih membutuhkan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Protes Warga

Sementara itu, salah satu warga Wonocolo, Siti Aminah mengaku beberapa kali tidak dapat bantuan sembako berupa beras dari pemerintah. Dia bahkan memberanikan diri untuk protes ke pihak RT setempat.

Siti Aminah menyebutkan, sudah ada pendataan yang dilakukan oleh pihak RT. Namun saat pembagian, dirinya justru terlewati bantuan tersebut.

"Suami saya sudah tidak kerja, rumah saya juga masih kontrak. Dulu pernah saya dapat bantuan langsung tunai Rp 600 ribu, tapi saat pembagian sembako akhir-akhir ini tidak dapat bagian, padahal sudah di data," keluhnya.

Dia mengatakan, ketika melontarkan protes ke pihak RT, dia hanya mendapatkan jawaban warga yang sudah dapat BLT tidak dapat sembako.

"Padahal yang menerima bantuan sembako itu mas, warga yang sudah punya rumah sendiri. Sedangkan saya masih kontrak," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel