Ruangan Bertekanan Negatif di Layanan Kesehatan Gigi Demi Cegah Covid-19 Menyebar

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Pola pelayanan kesehatan, khususnya di rumah sakit, harus berubah demi mencegah terjadinya penyebaran virus Covid-19. Tidak terkecuali pada pelayanan kesehatan gigi dan mulut.

Itu mengingat ruang praktik dokter gigi adalah tempat yang sangat berisiko untuk penularan Covid-19. Tindakan yang dilakukan dokter gigi saat merawat pasien, banyak menghasilkan aerosol yang dapat saja membawa virus penyebab Covid-19 dan berpotensi menyebar di dalam ruang praktek.

Pengendalian dan pencegahan dalam lingkungan rumah sakit sangat diperlukan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

Untuk itu, agar dapat memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang aman dan berkualitas pada pasien, Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Fakultas Kedokteran Gigi (RSGM-P FKG Usakti) bekerja sama dengan PT Alsun Suksesindo, membangun ruangan tindakan bertekanan negatif.

“Seperti kita ketahui, tingkat penularan COVID-19 begitu tinggi di tempat tertentu. Tapi kalau di ruangan bertekanan negatif, semuanya sudah terkendali. Dan tekanan udara lebih rendah, sehingga virus pun tidak masuk dari luar ke dalam,” terang Rektor Universitas Trisakti, Prof. dr Ali Gufron Mukti, Msc, Phd, Jumat (20/11/2020).

Dengan fasilitas ini, aerosol yang terbentuk pada saat tindakan pelayanan gigi akan diserap dan berganti dengan udara bersih sehingga risiko penyebaran virus COVID-19 dapat diminimalisir.

Tak hanya itu, udara dari ruangan bertekanan negatif juga akan disaring dengan Hepafilter berulang kali, sehingga udara yang dikeluarkan juga sudah sangat aman dan tidak akan menyebar dan mencemarkan lingkungan luar gedung.

Dia mengatakan jika, penggunaan ruangan negatif seperti ini di Indonesia masih sangat jarang ditemukan. Di RSGM-P FKG Usakti, sebanyak 27 ruangan bertekanan negatif dibangun.

Ruangan tersebut terdiri atas 18 ruangan di Klinik Integrasi yang digunakan untuk Pendidikan profesi dokter gigi, 7 ruangan di klinik PPDGS (Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis) yang digunakan untuk pendidikan dokter gigi spesialis konservasi gigi, dan 2 ruangan di Klinik Eksekutif yang digunakan untuk pelayanan spesialistik gigi dan mulut.

“Tujuan dari dibuatnya ruangan bertekanan negatif ini adakah kita ingin keamanan bagi pasien dan dokter, mencegah penularan covid-19. Kita selalu berorientasi pada pelayanan yang baik di RSGM Usakti dan kita upayakan selalu. Bagi kami, pelayanan yang terbaik dan proses pendidikan yang baik untuk Coas maupun Residen. Dan kita ketahui bahwa FKGM swasta, baru RSGM-P FKG ini yang satu-satunya memiliki (fasilitas ruangan tekanan negatif-red),” urainya lagi.

Pembangunan ruangan negatif di RSGM-P Usakti ini sendiri tak lepas dari peranan penting PT Alsun Suksesindo yang saat ini terus berjuang bersama pemerintah dalam memerangi penyebaran COVID-19, melalui sektor konstruksi yang telah mereka tekuni sejak berdiri tahun 1988 silam.

Proyek Lainnya

Dokter menggunakan APD memeriksa gigi pasien anak di klinik Medikids kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2020). Pelayanan dokter gigi dengan menggunakan APD lengkap  untuk memenuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran covid-19 di era kenormalan baru. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Dokter menggunakan APD memeriksa gigi pasien anak di klinik Medikids kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2020). Pelayanan dokter gigi dengan menggunakan APD lengkap untuk memenuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran covid-19 di era kenormalan baru. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sejak masa pandemi COVID-19, PT Alsun Suksesindo terus melakukan inovasi pada instrument baja ringan yang mereka produksi sehingga bisa bermanfaat untuk membantu mencegah penyebaran virus berbahaya ini.

Nicolas Kesuma, Marketing Director PT Alsun Suksesindo mengatakan perusahaan membangun ruangan ini juga untuk mengikuti pesan Presiden Joko Widodo tentang Keselamatan Rakyat Adalah Hukum Tertinggi.

"Kami mengerjakan negatif room di FKG Usakti ini adalah proyek yang kesekian kalinya untuk fasilitas penanganan Covid-19," tutur dia.

Dia mengatakan jika yang pertama kali dikerjakan adalah di RS Pulau Galang. Lalu di UGM Yogyakarta, dan RS Adam Malik di Medan.

Kemudian di Jakarta antara lain di Rumah Sakit Pendidikan Gigi dan Mulut yang merupakan pertama kali didirikan.

"Dan kami yakin, ini adalah yang pertama di Indonesia dengan standar yang sama seperti yang ada di rumah sakit penanganan COVID-19 di Pulau Galang,” terang dia.

Dibangun dengan standar ruang isolasi tipe N Rumah Sakit, ruangan bertekanan negatif di RSGM-P FKG ini juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti ruangan donning dan doffing.

Tak hanya itu, ada juga ruang ante di mana tekanan udara dalam ruangan negatif dirancang lebih rendah dari tekanan udara di luar ruang.

Dengan desain tersebut, aerosol yang terbentuk dari prosedur perawatan akan ditarik keluar dari dalam ruang isolasi melewati serangkaian filtrasi dan terakhir disaring dengan hepafilter sehingga udara yang keluar aman dan tidak mencemari lingkungan sekitar.

Dia menuturkan jika ruangan bertekanan negative merupakan produk asli buatan dalam negeri yang sangat luar biasa. Sangat bermanfaat untuk pencegahan COVID-19.

"Dinding-dinding tersebut adalah dinding Sandwitch Panel anti api, mempunyai coating anti bacterial. Lalu yang kedua sirkulasi udara yang ada adalah negative pressure room atau bertekanan negative di mana ruangan tersebut mempunyai tekanan lebih rendah dibanding tekanan di luar. Ketiga sirkulasi udara ini diperkuat dengan hepafilter, di mana sirkuasi udara ini akan difilter terus sehingga udara yang masuk adalah udara yang bersih. Sehingga pencegahan pencegahan penyebaran di ruangan ini sudah sangat minim,” terangnya lagi.