Ruangguru Hadirkan Inovasi Baru di Fitur Roboguru

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ruangguru kini menghadirkan inovasi terbaru untuk fitur roboguru yang dapat memudahkan para siswa belajar. Dengan inovasi baru ini, siswa tidak hanya bisa bertanya soal mata pelajaran, tapi juga menonton video konsep terkait soal tersebut.

Selain itu, roboguru juga dapat diajak berdiskusi oleh siswa yang kesulitan memahami jawaban dari soal tersebut. Jadi, inovasi baru ini tidak hanya membuat siswa mengetahui jawaban dari sebuah soal, melainkan juga memahami konsep ajarannya.

"Kami harap, inovasi roboguru dapat menjadi salah satu solusi praktis dan efektif membantu siswa menyelesaikan PR di rumah, di mana siswa tetap menerima materi penjelasan konsep pelajaran dan dapat saling berdiskusi, bukan hanya sekedar menyalin jawaban saja," tutur Head of K12 Product Ruangguru, Stephanie Hardjo, dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (23/2/2021).

Menurut Stephanie, kehadiran inovasi ini sekaligus membantu siswa yang masih melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat pandemi. Sebab, Ruangguru sempat melakukan survei internal dan menyimpulkan ada beberapa tantangan terbesar yang dialami siswa selama PJJ.

Beberapa tantangan itu adalah kesulitan memahami pelajaran tanpa penjelasan guru, mendapat lebih banyak tugas tanpa pembelajaran lebih variatif dan interaktif, membutuhkan waktu lebih lama untuk belajar dan mengerjakan tugas, hingga hambatan komunikasi dengan guru.

Adapun Ruangguru menghadirkan sejumlah kemampuan baru untuk fitur roboguru. Salah satunya adalah kombinasi teknologi photo search dan user generated content untuk memudahkan siswa menanyakan solusi soal sulit maupun berdiskusi dengan siswa lain di seluruh Indonesia.

Roboguru kini juga menyajikan video pembelajaran untuk untuk membantu siswa memahami konsep dengan rekomendasi solusi akurat. Fitur ini tersedia untuk seluruh jenjang pendidikan termasuk semua mata pelajaran utama.

Fitur roboguru sendiri diakses melalui aplikasi Ruangguru atau pesan melalui WhatsApp. Ruangguru mengatakan fitur ini dapat diakses tanpa biaya berlangganan tambahan.

22 Juta Orang Indonesia Tersentuh Dampak Positif Ruangguru

Ilustrasi aplikasi Ruangguru (Dok. Ruangguru)
Ilustrasi aplikasi Ruangguru (Dok. Ruangguru)

Ruangguru baru saja mengumumkan Laporan Dampak Ruangguru 2020. Laporan ini berisi dukungan, baik dalam bentuk bantuan sosial pendidikan dan inovasi produk, serta capaian dan dampak startup tersebut selama 2020.

Berdasarkan laporan ini, ada lebih dari 22 juta masyarakat Indonesia yang telah menerima dampak positif, baik melalui bantuan sosial pendidikan atau lewat hasil inovasi produk berkelanjutan selama masa pandemi.

Selain itu, Ruangguru juga memberikan akses peningkatan keterampilan mengajar pada lebih dari 300 ribu guru, serta mendampingi 500 komunitas guru dan keluarga yang tersebar di Indonesia.

"Laporan Dampak Ruangguru 2020 adalah upaya kami untuk menilai efektivitas dan dampak yang tercipta dari seluruh program, inisiatif, serta produk dan layanan yang diberikan oleh Ruangguru," tutur Pendiri dan Direktur Utama Ruangguru, Belva Devara dalam keterangan resmi, Kamis (4/2/2021).

Lebih lanjut Belva menuturkan, fakta yang menunjukkan ada lebih dari 22 juta masyarakat Indonesia merasakan dampak positif, baik pelajar dan guru, merupakan hal yang menggembirakan bagi seluruh tim Ruangguru.

"Di 2021 kami akan menggunakan apa yang telah kami pelajari di 2020, untuk terus berkembang, berinovasi, dan berkolaborasi menorehkan dampak positif di Indonesia," tutur Belva melanjutkan.

Tambah 7 Juta Pengguna

Pendiri dan Direktur Produk & Kerja Sama Ruangguru, Iman Usman turut mengatakan peningkatan pengguna sebesar 7 juta pengguna, dari 15 juta ke 22 juta pengguna pada 2020 merupakan kepercayaan besar yang diberikan masyarakat pada Ruangguru.

"Program inovasi produk dan kemitraan di Ruangguru selama tahun 2020 difokuskan untuk akselerasi adopsi digital dengan lebih mudah, dengan hambatan seminim mungkin dan pendampingan," ujar Iman menjelaskan.

Adapun laporan ini disusun dengan menggabungkan berbagai macam metode kuantitatif maupun kualitatif terhadap penerima program dan pengguna produk.

Secara kuantitatif, Ruangguru melakukan penilaian berdasarkan tingkat engagement akses di aplikasi, tingkat partisipasi dan keaktifan peserta, dan tingkat kepuasan peserta.

Sementara secara kualitatif, Head of Public Policy Ruangguru Amri Ilmma menuturkan prosesnya dilaksanakan secara berkala, mulai dari diskusi kelompok, wawancara mendalam, dan survei kualitatif kepuasaan program.

(Dam/Ysl)