Ruas jalan di pulau Sumba yang tertimbun longsor sudah bisa dilalui

·Bacaan 1 menit

Akses jalan yang tertimbun material longsor yang mengakibatkan sejumlah ruas jalan nasional di pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur sudah dibersihkan dan sudah bisa dilalui kendaraan bermotor.

"Pekerjaan pembersihan jalan yang tertimbun longsor sudah dibersihkan setelah sejak siang tadi tak terjadi hujan lagi," kata Kapolres Sumba Barat AKBP F.X Irawn Arianto dari Sumba Barat, Selasa.

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan perkembangan dari bencana banjir bandang dan tanah longsor di kabupaten Sumba Tengah yang sempat menutup sejumlah ruas jalan dan jembatan di pulau Sumba.

Ia mengatakan pihak kepolisian turut membantu petugas dari Basarnas, BPBD dan TNI membersihkan material longsor yang menutup jalan sejak Senin (27/12) malam.

Baca juga: Basarnas siagakan personil di desa terdampak banjir di Sumba Tengah

Baca juga: Banjir bandang landa Sumba Timur

Hanya saja sempat muncul kendala di lapangan karena setelah dibersihkan muncul lagi longsor lain di beberapa titik karena cukup tinggi curah hujannya.

"Tetapi sejak pukul 15 00 WITA tadi jalan sudah bisa dilalui oleh sejumlah kendaraan bermotor tetapi memang harus tetap hari-hari karena licin," tambah dia.

Terkait banjir tambah dia, kini perlahan-lahan sudah mulai surut. Karena itu ia berharap tidak terjadi lagi hujan dengan intensitas yang tinggi karena dikhawatirkan akan banjir lagi.

Ia pun mengatakan ada sekitar sembilan rumah yang digenangi oleh banjir bandang yang tersebar di tiga kecamatan di Sumba Tengah yakni Umbu Ratungay Barat, Umbu Ratungay Selatan dan Umbu Ratungay.

Warga terdampak banjir bandang Kata Irwan juga telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Baca juga: BPBD NTT: Empat keluarga mengungsi akibat banjir di Sumba Tengah

Baca juga: BIG: Sumba Timur-NTT berada di pertemuan titik ruang DAS, rawan banjir

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel