Ruas tol Akses Bandara Kertajati diharapkan rampung September 2021

·Bacaan 3 menit

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berharap ruas tol Akses Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dapat selesai pada September tahun ini.

"Luar biasa bisa selesai September 2021. Kualitas baik dan rapi. Selamat dan terima kasih," kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Menteri mengapresasi seluruh pihak yang terlibat dalam mempercepat pembangunan ruas tol Akses Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang terkoneksi dengan Tol Cikopo – Palimanan (Cipali) sepanjang 3,38 km dan Jalan Tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Cisumdawu) sepanjang 60,10 km.

Usai meninjau ruas tol Akses BIJB Kertajati, Basuki juga langsung meninjau lokasi pembangunan Junction Dawuan pada Seksi 6 Tol Cisumdawu.

Melihat progres pembebasan lahan yang sudah mencapai 79,08 persen pada seksi 3-6 Tol Cisumdawu, ia optimistis konstruksinya dapat rampung pada Desember 2021.

"Terus semangat agar pada Desember 2021 tol Cisumdawu ini bisa tuntas. Terima kasih dan selamat bekerja," katanya.

Kedua ruas tersebut mendukung pengoperasian BIJB Kertajati sekaligus mendukung pengembangan segitiga kawasan pertumbuhan ekonomi, yaitu Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka, dan kawasan di Bekasi, Karawang, dan Purwakarta sebagai sebuah kawasan industri yang saling terkoneksi dan saling mendukung agar berdaya saing.

Basuki mengatakan, dengan dibangunnya ruas Tol Akses Bandara Kertajati bersamaan dengan target rampungnya pembangunan Jalan Tol Cisumdawu pada akhir 2021, diharapkan akan mendukung konektivitas menuju ke Bandara dengan mengurangi waktu tempuh dari Bandung sekitar 3 jam menjadi 1 jam.

Pembangunan jalan tol akses menuju BIJB Kertajati yang terkoneksi dengan Tol Cipali dimulai dari KM 158+700. Secara teknis jalan tol utama memiliki 4 lajur untuk dua arah dengan lebar 3,6 meter. Sementara untuk akses ramp memiliki lebar lajur 4 meter yang dilengkapi 2 jembatan.

Konstruksi ruas tol ini mulai dibangun sejak kontrak pekerjaan 28 September 2020 dengan progres pembangunan hingga 31 Agustus 2021 telah mencapai 96 persen.

Pembangunannya dilaksanakan PT. Lintas Marga Sedaya selaku pemegang konsesi dan juga PT Pembangunan Perumahan (Persero) dan PT ACSET Indonusa Tbk. selaku kontraktor pelaksana dengan nilai proyek sebesar Rp692 miliar.

Sedangkan untuk Jalan Tol Cisumdawu terdiri dari 6 seksi yang dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan biaya konstruksi Rp5,5 triliun. Dari keenam seksi, Seksi 1 dan 2 dikerjakan oleh Pemerintah sebagai bagian dari viability gap fund (VGF) guna menaikkan kelayakan investasi tol tersebut. Saat ini progres seksi 1 dan 2 secara keseluruhan sebesar 92,35 persen.

Kemudian Seksi 3-6 dikerjakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT. Citra Karya Jabar Tol (CKJT). Berdasarkan data per 27 Agustus 2021, untuk Seksi 3 dari Sumedang ke Cimalaka sepanjang 4,05 km konstruksinya telah rampung 100 persen.

Kemudian pembangunan Seksi 4 Cimalaka - Legok sepanjang 8,20 km pembebasan lahannya sudah 67,27 persen, seksi 5 Legok - Ujungjaya sepanjang 14,9 km progres lahan sebesar 73,77 persen. Sedangkan seksi 6 Ujung Jaya-Dawuan progres konstruksinya sudah 47,01 persen.

Baca juga: Pembangunan tol akses Bandara Kertajati capai 95 persen

Baca juga: Tol akses Bandara Kertajati ditargetkan beroperasi November 2021

Baca juga: Kang Emil siap bebaskan lahan akses Tol Cisumdawu ke Bandara Kertajati

Baca juga: Anggota DPR dorong percepatan pembangunan akses ke Bandara Kertajati

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel