Rubel menguat terhadap euro ditopang kontrol modal, permintaan lemah

Kurs rubel Rusia menguat ke level tertinggi lebih dari dua tahun terhadap euro pada Jumat, dan kembali menuju 66 terhadap dolar AS, didukung oleh kontrol modal dan permintaan valas yang lemah karena ancaman sanksi lebih lanjut terhadap Moskow membayangi pasar.

Eksekutif Uni Eropa pada Rabu (4/5/2022) mengusulkan paket sanksi terberat terhadap Rusia atas tindakannya di Ukraina, tetapi kekhawatiran beberapa negara tentang dampak pemotongan impor minyak Rusia menghalangi kesepakatan.

Pada pukul 07.19 GMT, rubel telah naik 0,8 persen diperdagangkan pada 69,57 versus euro, sebelumnya terpotong 69,1250, titik terkuat sejak Februari 2020.

Rubel menguat 1,1 persen terhadap dolar pada 66,24, mendekati level tertinggi lebih dari dua tahun di 65,3125 yang dicapai pada Kamis (5/5/2022), level puncak yang belum pernah terlihat sejak awal pandemi COVID-19.

Rubel telah menguat dalam beberapa minggu terakhir berkat konversi wajib mata uang asing oleh perusahaan-perusahaan yang berfokus pada ekspor. Juga, ada permintaan yang lemah untuk dolar dan euro di tengah berkurangnya impor dan pembatasan transaksi lintas batas.

"Rubel akan relatif stabil, atau bahkan menguat lagi berkat harga minyak yang mahal dan rendahnya permintaan mata uang asing," kata Otkritie Research dalam catatannya.

Pergerakan rubel lebih tajam dari biasanya karena likuiditas pasar telah menipis oleh pembatasan bank sentral yang dirancang untuk menopang stabilitas keuangan setelah Rusia mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina pada 24 Februari.

Sementara itu, aktivitas perdagangan tenang karena pasar hanya buka selama tiga hari minggu ini di tengah libur panjang bulan Mei di Rusia.

Minyak mentah Brent, patokan global untuk ekspor utama Rusia, naik 0,8 persen menjadi diperdagangkan di 111,7 dolar AS per barel.

Indeks saham Rusia beragam. Indeks RTS berdenominasi dolar (IRTS) naik 0,8 persen menjadi 1.128,9 poin. Indeks MOEX Rusia berbasis rubel (IMOEX) turun 1,3 persen pada 2.372,7 poin.

Analis Promsvyazbank mengatakan mereka memperkirakan pasar ekuitas turun menjelang liburan panjang akhir pekan.

Baca juga: Rubel Rusia capai tertinggi sejak Maret 2020, pasar pantau sanksi baru
Baca juga: Menteri EU gelar pembicaraan darurat soal pemutusan gas Rusia
Baca juga: Kurs rubel Rusia dekati 80 terhadap dolar AS, saham jatuh

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel