Rubel Rusia melemah seiring berlalunya dukungan pajak akhir bulan

Rubel melemah terhadap dolar, euro dan yuan pada awal perdagangan Selasa, karena mata uang Rusia mulai diperdagangkan tanpa dukungan periode pajak akhir bulan yang menguntungkan dan investor menunggu pertemuan kebijakan Federal Reserve AS.

The Fed hampir pasti akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada Rabu (2/11/2022), tetapi investor akan waspada terhadap sinyal bahwa laju kenaikan suku bunga dapat melambat di waktu mendatang.

Pada pukuk 07.23 GMT, rubel melemah 0,1 persen terhadap dolar menjadi diperdagangkan pada 61,53 dan telah kehilangan 0,3 persen diperdagangkan pada 61,05 terhadap euro. Rubel juga telah merosot 0,3 persen terhadap yuan menjadi 8,41.

Rubel sekarang telah kehilangan dukungan pembayaran pajak akhir bulan, yang biasanya membuat perusahaan yang berfokus pada ekspor mengubah pendapatan mata uang asing untuk membayar kewajiban lokal.

Rubel mungkin mencoba melemah melewati 62 terhadap greenback, kata kepala analis Banki.ru Bogdan Zvarich.

"Dalam perdagangan kami memperkirakan tekanan pada mata uang nasional akan tetap ada, yang akan difasilitasi oleh pasokan mata uang asing yang lebih rendah dari eksportir karena berlalunya puncak pembayaran pajak," tambah Zvarich.

Minyak mentah Brent, patokan global untuk ekspor utama Rusia, naik 1,4 persen menjadi diperdagangkan di 94,1 dolar AS per barel.

Indeks saham Rusia naik, diperdagangkan pada level tertinggi dalam lebih dari sebulan.

Indeks RTS berdenominasi dolar menguat 0,5 persen menjadi diperdagangkan di 1.116,7 poin, sebelumnya menyentuh titik terkuat sejak 30 September. Indeks MOEX Rusia berbasis rubel naik 0,7 persen menjadi diperdagangkan di 2.182,8 poin, sebelumnya mencapai angka tertinggi sejak 23 September.

Baca juga: Dolar jatuh di tengah membaiknya sentimen risiko jelang pertemuan Fed
Baca juga: Minyak naik karena pelemahan dolar imbangi kekhawatiran Covid China
Baca juga: Emas tergelincir 4,10 dolar AS tertekan "greenback" yang lebih kuat