Rudal Hantam Polandia, Indonesia Serukan Semua Pihak Upayakan Cara Damai

Merdeka.com - Merdeka.com - Rudal yang disebut milik Rusia menghantam wilayah Polandia yang berbatasan dengan Ukraina pada Selasa (15/11). Dua orang Polandia dilaporkan tewas dalam kejadian tersebut. Ini terjadi di tengah berlangsungnya konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 di Bali.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah mengatakan Indonesia mengikuti perkembangan tersebut. Namun dia enggan menanggapi apakah insiden rudal ini berpengaruh pada komunike yang akan dihasilkan para pemimpin G20.

"Indonesia mengikuti dengan dekat perkembangan ini. Tentunya dalam beberapa waktu ke depan akan banyak informasi lagi yang kita terima. Itu bisa lebih memberikan gambaran lebih komprehensif atas perkembangan yang terjadi pada saat sekarang," jelasnya di Bali International Convention Center di sela KTT G20, Rabu (16/11).

Faizasyah juga mengatakan agenda KTT tetap berjalan sesuai ketentuan di hari ini, dan ada beberapa penyesuaian waktu. Dia mengakui ada rapat darurat para anggota G7+ yang menurutnya menjadi bagian dari dinamika yang terjadi saat berlangsung konferensi internasional. G7+ merupakan organisasi negara-negara yang sedang menghadapi konflik aktif atau menghadapi konflik baru-baru ini, beranggotakan 20 negara anggota dari Asia, Pasifik, Afrika dan Karibia dengan populasi gabungan 260 juta jiwa.

Mengenai posisi Indonesia terhadap konflik di Eropa khususnya Perang Rusia-Ukraina, Faizasyah mengatakan Indonesia menyerukan pihak-pihak berseberangan mengupayakan cara-cara damai.

"Itu tentunya berangkat dari politik luar negeri bebas aktif Indonesia yang senantiasa konsisten mengupayakan, mengharapkan suatu kondisi internasional yang baik dan kondusif bagi negara-negara dunia pada umumnya," jelasnya. [pan]