Rugi Kurs Gerus Laba PLN

Liputan6.com, Jakarta: PT PLN (Persero) mencatat penurunan laba bersih hingga kuartal III 2012 sebesar 91,5% menjadi Rp 865,09 miliar. Penurunan drastis ini terutama akibat adanya rugi selisih kurs dan kenaikan beban keuangan.

Rugi kurs PLN pada periode Januari-September 2012 sebesar Rp 9,16 triliun, berbanding dengan keuntungan Rp 2,154 triliun pada periode yang sama 2011. Beban keuangan juga meningkat 38% (year on year) menjadi Rp 17,41 triliun, dari sebelumnya Rp 12,61 triliun.

Meskipun laba bersih turun, sebenarnya pendapatan usaha perseroan hingga akhir September 2012 tercatat meningkat 11,9% menjadi Rp 170,6 triliun, dari pendapatan usaha per September 2011 sebesar Rp 152,37 triliun.

Dari laporan keuangan PLN yang dilansir Senin (19/11/2012), peningkatan pendapatan usaha ini terutama berasal dari kenaikan penjualan tenaga listrik yang ditopang penambahan jumlah pelanggan dan penambahan volume penjualan.

Sementara beban usaha hingga kuartal III 2012 tercatat sebesar Rp 145,76 triliun tiliun, meningkat 8,67% (year on year) dibandingkan sebelumnya Rp 134,13 triliun.

Meningkatnya beban usaha ini karena peningkatan konsumsi bahan bakar dan pelumas dan pembelian tenaga listrik untuk memenuhi peningkatan permintaan listrik dari masyarakat. Meningkatnya beban usaha juga karena adanya peningkatan penyusutan akibat meningkatnya jumlah aset perseroan.

Dengan margin subsidi dari pemerintah sebesar 7% pada tahun ini, PLN membukukan laba usaha perseroan sebesar Rp 24,83 triliun pada akhir September 2012 atau naik 36,2% dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 18,23 triliun.

Dari laporan posisi keuangan, tercatat jumlah aset tidak lancar mengalami kenaikan dari Rp 409,5 triliun pada akhir 2011 menjadi Rp 455,389 triliun pada akhir September 2012 .

Hal seiring dengan mulai beroperasi beberapa pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang merupakan bagian dari proyek percepatan 10 ribu megawatt tahap 1 seperti PLTU Lontar Unit 2 dan 3 di Teluk Naga Tangerang serta PLTU Paiton.

Sementara aset lancar naik dari Rp 58,2 triliun pada 31 Desember 2011 menjadi Rp 72,7 triliun pada 30 September 2012. Sehingga total jumlah aset perseroan hingga kuartal III 2012 sebesar Rp 528,09 triliun atau naik 12,9% dari Rp 467,7 triliun pada 31 Desember 2011. (IGW)