Rugi Rp 5 Triliun, Pertamina Naikkan Harga LPG

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Merdeka.com
    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    MERDEKA.COM. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai, sejak Presiden SBY mengeluarkan Instruksi Presiden No.15 Tahun 2011 tentang Perlindungan Nelayan, armada perikanan nasional justru bertumpuk di perairan kepulauan. …

TEMPO.CO, Jakarta --PT Pertamina (Persero) berencana menaikkan harga LPG 12 kilogram. Kenaikan harga ini dilakukan untuk menekan kerugian perseroan dari bisnis LPG yang diperkirakan mencapai Rp 5 triliun pada 2012.

"Harga keekonomian LPG Rp 8.500 sampai Rp 9.000 per kilogram. Sementara harga jual dari Pertamina Rp 5.850 per kilogram. Selisihnya tidak ditanggung pemerintah karena ini bukan barang subsidi," kata VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir ketika ditemui dalam pembukaan Olimpiade Sains Nasional Pertamina di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Selasa, 25 September 2012.

Pertamina, menurut Ali, masih menghitung besaran kenaikan harga. Meski dinaikkan, ia mengklaim harga LPG tak akan mencapai harga keekonomian. "Kami belum ada angka pasti. Kami akan coba mengurangi biaya transpor dari pengisian ke konsumen karena itu ditanggung Pertamina," katanya.

Ali menyatakan sebagai barang non subsidi penetapan harga LPG 12 kilogram tak harus lewat persetujuan pemerintah. Namun Pertamina akan tetap mengomunikasikan rencana ini dengan pemerintah. "Sebagai perusahaan negara, Pertamina mempertimbangkan dampak-dampak yang muncul dengan adanya kenaikan LPG ini."

Pada 2012, konsumsi LPG dalam negeri diperkirakan mencapai sekitar 4,7 juta metrik ton. Jumlah ini terdiri dari 3,6 juta ton LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram dan sisanya merupakan gas non subsidi. Harga LPG dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak internasional.

BERNADETTE CHRISTINA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...