Ruh Pangeran Sambernyawa Dalam Operasi Prajurit Kostrad TNI

Bayu Adi Wicaksono

VIVA – Ternyata ada sebuah tradisi khusus dan sangat sakral yang dilakukan Prajurit Batalyon Infenteri Mekanis Raider 413/Divisi Infanteri 2 Kostrad sebelum melaksanakan tugas operasi.

Tradisi itu disebutkan telah dilaksanakan para senior Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad dan hingga kini juga rutin dilaksanakan para junior. Apakah tradisinya.

Prajurit Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad dalam waktu dekat ini akan diberangkatkan melaksanakan tugas operasi pengamanan perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini.

Sebelum berangkat, mereka melaksanakan tradisi berziarah kubur. Makam yang diziarahi pun bukan makam orang sembarangan. Ya mereka berziarah ke makam Pangeran Sambernyawa di Kompleks Pemakaman Astana Giri Bangun, Karanganyar, Jawa Tengah.

"Tradisi ziarah ini dimaksudkan untuk mendoakan para pendahulu kami yang telah gugur berjuang demi Bangsa dan Negara, selain itu juga, di tempat ini kami memohon kepada Allah SWT Tuhan YME agar selama pelaksanaan Tugas Operasi kami diberikan kekuatan serta Perlindungan Nya, sehingga tugas mulia ini dapat kami laksanakan sebaik-baiknya," kata Komandan Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad, Mayor Inf Anggun Wuryanto dikutip VIVA Militer dari Penerangan Kostrad, Senin 8 Juni 2020.

Tak cuma menziarahi makam Pangeran Sambernyawa, mereka juga berziarah ke Presiden RI ke-2, HM Soeharto. Makam Pak Harto juga berada di tak jauh dari makam Pangeran Sambernyawa.

Untuk diketahui, Pangeran Sambernyawa adalah julukan yang diberikan kepada Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara I atau Raden Mas Said.

Julukan Pangeran Sambernyaw diberikan petinggi VOC bernama Nicolaash Hartingh. Julukan itu diberikan karena Pangeran Sambernyawa selalu membawa kematian bagi musuh-musuhnya sehingga bagi Prajurit Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad, Pangeran Sambernyawa menjadi ruh dan motivasi serta kekuatan spiritual sebagai bekal dalam pelaksanaan tugas operasi.

Di masanya, Pangeran Sambernyawa sudah terlibat dalam 250 kali pertempuran, 16 tahun beliau berperang melawan Mataram dan Belanda.

Baca: Bahaya, Kapal Selam Nuklir Rusia Bisa Hancurkan New York Sekejap Mata