Ruhut, Dari Kasus Selingkuh Hingga Ucapan Rasis

Laporan Wartawan Tribunnews, Hasanuddin Aco

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Dulu rambutnya dikuncir bagian belakang. Kini digundul habis. Kalau bicara meledak-ledak dan kerap diselingi tawa terbahak-bahak.

Sekarang menjabat anggota DPR RI dari Demokrat. Dialah Ruhut Sitompul, sosok  yang belakangan kembali mengundang kontroversi.

"Lihat ini kacamata saya juga warna-warni," kata Ruhut di gedung DPR RI Jakarta beberapa waktu lalu. Dia memperlihatkan kacamata barunya yang berwarna-warni, ada merah, biru, hijau, dan kuning.

Ruhut memang menjadi kontroversi  karena mendadak dicopot sebagai salah satu ketua DPP Demokrat. Pencopotannya dituding karena tidak bisa bekerjasama dengan partai serta meminta mundur Anas Urbaningrum sebagai ketua umum Demokrat.

Pria kelahiran Medan 24 Maret 1954 itu dulunya dikenal pengacara dan pemain sinetron. Hingga kemudian bergabung dengan Partai Golkar dibawah gerbong Akbar Tandjung. Apalagi setelah dia dipercaya Akbar sebagai tim pengacaranya.

Namanya mulai melejit ketika berperan dalam berbagai sinetron komedi plus dengan sebutan "Poltak" si Raja Minyak dari Medan. Dikutip dari wikipedia, Ruhut adalah anak kedua dari empat bersaudara pasangan Humala Sitompul dan Surtani Panggabean. Ia menyelesaikan pendidikan akademiknya di Fakultas Hukum, Universitas Padjadjaran, Bandung pada tahun 1979.

Sejak dulu Ruhut memang dikenal sosok yang kontroversi. Sebelum menjadi anggota Dewan dia sudah mengundang banyak polemik. Mulai dari kasus perselingkuhan sampai isu rasisme. Dan yang lagi ramai sekarang soal desakannya menuntut Anas Urbaningrum mundur dari ketua umum Demokrat karena diduga terkait kasus korupsi Hambalang.

Dalam gosip perselingkuhan pada 2008 lalu Ruhut diberitakan memiliki "affair" dengan seorang perempuan bernama Diana Lupita alias Diana Leovita. Suami Anna Rudhiantiana Legawati itu melakukan perselingkuhan dengan wanita yang telah bersuami dan memiliki anak. Kabarnya, mereka telah tinggal bersama di sebuah apartemen di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, selama beberapa bulan.

Belakangan diketahui Anna memiliki seorang anak dari hasil perselingkuhannya dengan Ruhut. Anak bernama Christian Husein Sitompul ini penyandang tunagrahita dan pada 2011 lalu mendapatkan medali emas dalam Olimpiade Tunagrahita Dunia yang dilaksanakan pekan lalu di Athena, Yunani.' Namun Ruhut tidak mengakuinya.

Pada Pemilu 2009 lalu, Ruhut yang bergabung sebagai Koordinator Tim Suksesi Susilo Bambang Yudhoyono - Budiono melontarkan pernyataan kontroversial dalam sebuah debat tim sukses.

Hadir juga sebagai pembicara pada saat itu, Permadi mewakili Tim Suksesi Jusuf Kalla - Wiranto dan Fuad Bawazier mewakili Tim Suksesi Megawati - Prabowo. Pada kesempatan itu Ruhut melontarkan pernyataan bahwa "Arab tidak pernah membantu Indonesia". Hal ini menimbulkan kecaman dan reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat, khususnya kalangan keturunan Arab dan juga dari kalangan Islam.

Pada 3 Juni 2009, Front Pembela Islam (FPI), sebuah organisasi Islam, menyatakan akan menangkap Ruhut Sitompul atas pernyataanya yang telah menyinggung etnis Arab, bila Kepolisian Indonesia tidak menanggapi permintaan Forum Keturunan Arab Indonesia (FOKARI) yang sebelumnya juga sudah meminta polisi untuk menangkap Ruhut.

Atas kejadian ini, Ruhut mendapatkan teguran dari Partai Demokrat, dan kemudian dengan secara pribadi dan atas nama Partai Demokrat menyatakan maaf atas pernyataannya tersebu. Kasus ini tidak berlanjut hingga ke jenjang pengadilan.

Isu rasistis kembali menimpa Ruhut dalam diskusi "Angket Century SBY Jatuh" yang digelar Forum Umat Islam di Wisma Darmala Sakti, Jakarta. Dalam diskusi tersebut, ia menyebutkan:
"Kasus yang seperti begini dari dulu sudah ada. Sejak zaman Megawati sudah ada, waktu itu Sri Mulyani-nya (maksudnya Menkeu) Si Cina, Kwik Kian Gie.     

"Salah seorang peserta diskusi, Adi, meminta pencabutan kata-kata tentang etnis tersebut, namun Ruhut akhirnya keluar meninggalkan ruangan.

Baca Artikel Menarik Sebelumnya

  • Ruhut Habis-habisan Sering Bela SBY Kok Dipecat, Ini Kesimpulannya
  • Dewan Pertimbangan Golkar Beri Deadline ke Ical Juli 2013
  • Anas Urbaningrum: Dana Partai Demokrat Halal
  • Kader Demokrat Diminta Jangan Banyak Bicara yang Tak Berguna
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.