Ruhut: Kalau Ibas Tidak Maju, Demokrat Kehilangan Kursi

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi Demokrat Ruhut Sitompul mengaku belum mendengar kabar Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) akan maju kembali menjadi caleg di 2014. Namun, Ruhut mengungkapkan hal itu wajar karena Ibas memiliki hak untuk dicalonkan kembali.

"Itu boleh saja, itu kan hak dia," ujar Ruhut ketika dikonfirmasi, Jumat (22/2/2013).

Ruhut mengatakan majunya Ibas dalam rangka menguatkan Partai Demokrat. Ia pun yakin Demokrat akan meningkat elektabilitasnya ketika Ibas dicalonkan kembali. "Saya mendukung. Dia pendulang suara kami. Kalau dia enggak caleg malah kita kehilangan kursi," imbuhnya.

Anggota Komisi III DPR itu mengatakan majunya Ibas juga tidak akan mempengaruhi kinerja putra bungsu SBY itu sebagai Sekjen Demokrat. "Sudah bagus mau apalagi," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Ibas berencana akan bertarung kembali menjadi anggota DPR RI pada Pemilu Legislatif 2014 mendatang.

"Saya akan mencalonkan dari Dapil Jatim VII, sama Sekjen, Insya Allah," ujar Bendahara Umum PD, Sartono Hutomo, kepada Tribun, Rabu (20/2013).

Sartono menyatakan, bahwa rencana pencalonan Ibas itu dilakukan untuk tetap menjaga suara pemilih di Dapil Jatim VII pada Pileg 2009 lalu. Sebab, suara pemilih yang didapat Ibas dari Dapil yang mencakup Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Tulungagung, pada saat itu terbilang besar, yakni lebih dari 300 ribu suara.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.