Ruhut Sitompul: Siap Satu Lawan Satu Hadapi FPI

INILAH.COM, Jakarta - Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul, akhirnya keluar dari ruang Sekretariat Komisi III setelah dievakuasi oleh Pamdal usai bersitegang dengan anggota Front Pembela Islam (FPI) dan Forum Umat Islam (FUI) .

Tidak ada ketegangan diwajah politisi Demokrat itu. Ruhut saat dicegat puluhan wartawan justru berkelakar, dirinya siap bertarung menghadapi anggota FPI maupun FUI, namun satu lawan satu bukan satu lawan orang sekampung. "Kalau dia sendiri, aku sendiri kenapa gak. Jangan aku sendiri tapi dia sekampung,"katanya.

Ruhut bersitegang dengan dua anggota FPI dan FUI usai audensi di ruang rapat Komisi III DPR, Selasa (22/5/2012). Peristiwa bermula saat FPI mendatangi Komisi III DPR untuk meminta kejelasan rencana konser Lady Gaga, 3 Juni 2012.

Dalam audensi tersebut, Ruhut Sitompul mengungkapkan akan indahnya Pancasila sebagai ideologi. Namun di akhir ucapannya, dinilai telah menyinggung FPI-FUI.

"Apapun keputusan pemerintah kita harus hormati, jangan anarkis. Karena kalau anarkis akan dibubarkan," tambahnya.

Ucapan inilah yang kemudian memantik puluhan anggota FPI dan FUI yang hadir dalam kesempatan itu.   Dua anggota FPI/FUI, Alfian Tanjung dan Bachtiar Nasir, bahkan terlihat adu mulut dengan Ruhut perihal ucapan yang disampaikan.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, petugas kemudian mendampingi Ruhut ke ruang Sekretariat Komisi III. Sementara puluhan anggota FPI satu-persatu keluar melalui pintu utama Komisi III. Ruhut sendiri saat ini tengah berada di Ruang Sekretariat Komisi III. [mah]

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.