Rumah dan Surat Tanah untuk Pasutri di Ogan Ilir yang Tinggal di Kandang Ayam

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Palembang - Masih ingat pasangan suami istri (pasutri) di Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan (Sumsel), yang tujuh tahun tinggal di rumah tak layak huni, yang juga dipakai untuk kandang ayam.

Setelah berita pasutri tersebut viral di media sosial (medsos) dan media massa, beragam bantuan diterima Sulaiman (65) dan Nuryati (60).

Warga miskin di Desa Teluk Kecapi Kecamatan Pemulutan Ogan Ilir tersebut, mendapatkan bantuan dari Polres Ogan Ilir. Salah satunya yaitu pembangunan rumah layak huni bagi pasutri tersebut.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Yusan Sandhy mengatakan, rumah baru untuk Sulaiman-Nuryati sudah selesai dibangun dan kondisinya sudah layak dihuni.

Selain memberikan rumah baru, Kapolres Ogan Ilir juga menyerahkan sertifikat tanah kepada pasutri yang bekerja sebagai buruh tani tersebut.

Rumah baru yang dihadiahkan Polres Ogan Ilir ke pasutri tersebut, yaitu hunian kayu bongkar pasang asal Tanjung Batu Ogan Ilir.

“Rumah kayu ini kualitasnya tak diragukan lagi, karena sudah mencapai pasar nasional maupun internasional,” ucapnya, Kamis (1/7/2021).

Dia mengungkapkan, awalnya gubuk reot Sulaiman-Nuryati hanya berukuran panjang 4 meter dan lebar 3 meter. Dengan atas beralaskan daun nipah, yang tak bisa menampung derasnya air hujan, sehingga pasutri tersebut sering kebasahan di dalam rumahnya.

Namun rumah baru bagi pasutri ini, memiliki luas sepanjang 8 meter dan lebar 6 meter. Atap bangunannya juga mirip seperti homestay, dengan genteng metal sehingga tak perlu khawatir kepanasan dan kehujanan.

Untuk kamar mandinya juga sudah dibangun. Sehingga warga Ogan Ilir tersebut, tidak perlu ke sungai atau menumpang lagi ke rumah warga, untuk mandi dan lainnya.

Sambut HUT Bhayangkara

Kapolres Ogan Ilir Sumsel menyerahkan surat tanah ke pasutri di Ogan Ilir Sumsel, yang dulunya tinggal di kandang ayam (Dok. Humas Polres Ogan Ilir / Nefri Inge)
Kapolres Ogan Ilir Sumsel menyerahkan surat tanah ke pasutri di Ogan Ilir Sumsel, yang dulunya tinggal di kandang ayam (Dok. Humas Polres Ogan Ilir / Nefri Inge)

Sedangkan eksterior rumah baru Sulaiman-Nuryati, dihiasi ukiran-ukiran kayu di dinding dan pagar teras rumah, yang membuat huniannya terlihat cantik.

"Selain bentuk kepedulian Polri, bantuan ini juga dalam rangka menyambut HUT ke-75 Bhayangkara,” ujarnya.

Dia berharap, bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban pasutri tersebut. Serta bisa lebih bersemangat untuk beribadah, mencari nafkah dan beraktivitas sehari-hari seperti biasanya.

Bantuan lainnya yang diberikan ke pasutri tersebut, juga berasal dari berbagai pihak. Seperti Ikatan Alumni Ponpes Raudhatul Ulum Sakatiga, Polsek Pemulutan dan Pemkab Ogan Ilir.

Bereskan Data Kependudukan

Rumah Sulaiman-Nuryati yang juga merupakan kandang ayam di Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan (Sumsel) (Liputan6.com / Nefri Inge)
Rumah Sulaiman-Nuryati yang juga merupakan kandang ayam di Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan (Sumsel) (Liputan6.com / Nefri Inge)

Pemkab Ogan Ilir bekerjasama melalui Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Ogan Ilir dan BAZNAS, menyalurkan bantuan berupa sembako, perlengkapan tidur dan uang tunai.

Ketua TP PKK Ogan Ilir Siti Khadijah Mikhailia Khairunisa Alamsjah menuturkan, data kependudukan Sulaiman-Nuryati sudah diurus oleh Disdukcapil Ogan Ilir, untuk mempermudah urusan birokrasi pasutri tersebut.

"Dengan pembaharuan data kependudukan ini, Bapak Sulaiman dan Ibu Nuryati ke depannya, akan lebih mudah menerima bantuan sosial dari pemerintah," ucapnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini :

vidio:Kesulitan Ekonomi, Pasutri Lansia Tinggal di Kandang Ayam

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel