Rumah dan Uang Panai Hangus Terbakar, Pengantin di Gowa Tetap Gelar Pernikahan

Merdeka.com - Merdeka.com - Musibah tak terduga dialami pengantin di Dusun Alluka, Desa Jipang, Kecamatan Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa, Nur Amri Dg Tunru yang menikahi Indah Rianti Sari. Saat menggelar prosesi adat pernikahan yakni Mappacing jelang resepsi pernikahan, rumah pengantin pria hangus dilahap si jago merah pada Sabtu (10/9).

Akibat musibah tersebut, uang panai sebesar Rp40 juta yang rencananya akan diserahkan ke pihak perempuan hangus terbakar. Tak hanya itu, rumah pengantin laki-laki juga rata dengan tanah.

Musibah tersebut menjadi viral di jaga media sosial. Meski mendapatkan musibah, pernikahan Nur Amir Deng Tunru dengan Indah Rianti Sari tetap digelar, Minggu (11/9).

Keluarga Nur Amir, Mira mengungkapkan acara pernikahan antara keponakannya dengan Indah Rianti tetap digelar meski ada musibah. Usai acara resepsi pernikahan, kini keponakannya sudah tinggal di rumah istrinya.

"Acara resepsi tetap, tidak ditunda. Kemarin acaranya," ujarnya melalui pesan WhatsApp, Senin (12/9).

Mira mengungkapkan uang panai pernikahan keponakannya dengan Indah Rianti sebesar Rp80 juta. Sebelum musibah kebakaran terjadi, keluarganya telah menyerahkan uang Rp40 juta kepada keluarga mempelai perempuan.

"Sementara Rp40 juta-nya lagi rencana akan diserahkan saat acara Mappacing. Tapi musibah kebakaran membuat rumah dan uang panai yang mau diberikan ke (keluarga pengantin) perempuan terbakar," ungkapnya.

Adapun uang panai Rp 40 juta yang terbakar rencananya akan diserahkan ke pihak pengantin perempuan pada saat resepsi pernikahan berlangsung. Mira bersyukur pihak keluarga mempelai perempuan memahami musibah yang dialami keluarga pengantin laki-laki.

"Inikan musibah, bukan kita yang mau. Jadi keluarga bicara dengan pihak perempuan agar ada jalan keluarnya dan akhirnya ditemukan kata sepakat agar pernikahan tetap dilakukan," sebutnya.

Meski rumah dan uang panai Rp40 juta hangus dilahap si jago merah, Mira mengaku keluarganya tetap membawakan uang Rp10 juta untuk keluarga pengantin perempuan.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor Bontonompo, Inspektur Satu Syarifuddin mengatakan kejadian kebakaran di Dusun Alluka, Desa Jipang, Kecamatan Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa terjadi pukul 13.00 Wita, Sabtu (10/9). Ia mengungkapkan kebakaran terjadi akibat kebocoran pada selang tabung gas.

"Jadi saat itu mau ada acara nikahan. Saat lagi masak-masak untuk acara Mappaci, selang tabung (gas) bocor dan mengeluarkan percikan api. Dalam waktu singkat api langsung menyebar sehingga menyebabkan kebakaran," bebernya.

Ia menyebut api baru bisa dipadamkan pada pukul 14.50 Wita. Akibat kebakaran tersebut, rumah panggung hangus dan rata dengan tanah.

"Kerugian materil uang panai Rp40 juta yang akan diserahkan pengantin pria ke perempuan hangus. Bahkan tenda pernikahan yang disewa juga hangus terbakar," sebutnya.

Dalam musibah kebakaran tersebut, satu orang mengalami luka bakar bernama Syamsiah Dg Nombo (50). Ia dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pajonga Dg Ngalle Takalar untuk mendapatkan perawatan luka bakar. [fik]