Rumah Dinas Bupati-Stadion Dibakar, Kobar Mencekam

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Domu Ambarita

TRIBUNNEWS.COM, KOTAWARINGIN BARAT - Kotawaringin Barat pada Kamis (29/12/2011) ini mencekam. Kondisi ini terjadi akibat pembakaran rumah dinas bupati Kobar oleh ratusan massa yang kecewa dengan rencana pelantikan bupati/wakil bupati terpilih Ujang Iskandar-Bambang Purwanto.

Salah seorang warga Pangkalanbun, Kalten melaporkan, kondisi Kota Waringin Barat kian mencekam.  Setelah Kantor Bupati diduduki dan dirusak hingga semua kaca, pintu dan jendela hancur, Rabu kemarin, hari ini rumah jabatan Bupati dibakar massa.

Stadion Sampuraga pun dibakar sehingga rata dengan tanah. Pasar bahkan ditutup paksa oleh sekitar 500 orang, tidak boleh dibuka sampai waktu yang tidak ditentukan. Semua Pertokoan harus ditutup, dan massa mengancam membakar.

Sepanjang Jalan Pangeran Antasari, lokasi rumah Bupati petahana (incumbent) Ujang Iskandar, dipenuhi asap akibat banyak ban yang dibakar.

Hampir semua instansi diduduki.  Konvoi massa menggunakan atribut suku tertentu bergerak menuju rumah pribadi Ujang. Semua Pangkalan ojek dirusak, semua travel tidak ada yang diizinkan beroperasi.  "Pokoknya semua dilumpuhkan," ucapnya warga yang sengaja namanya tidak dipublikasi.

Konvoinya sambil ritualan adat, menakutkan sekali. "Rasanya akan terus merembet. Karena ada isu PNS pro-Ujang yang rencanyanya dilantik di Jakarta, besok, pun akan dijadikan target," kata seorang warga.

Ia menambahkan, polisi atau pihak keamanan terkesan melakukan pembiaran. Bahkan sudah merembet ke para pendukung  Ujang. "Saat ini rumah seorang saksi Pro-Ujang, di Gang Bayam Pangkalanbun dibakar. Mapolsek kota juga diserang, mau dibakar," ujar saksi.

Namun saat informasi ini ditanya kepada Kapolres AKBP Novi, ia mengaku tidak tahu. "Saya tidak tahu, laporan mengenai itu, belum masuk," ujarnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.