Rumah Irjen Djoko Susilo di Solo Mirip Benteng

TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Rumah nomor 70 di Jalan Perintis Kemerdekaan, Sondakan, Laweyan, Solo, tampak mencolok ketimbang rumah lain di sekitarnya.

Rumah itu diduga milik tersangka kasus simulator SIM Irjen Djoko Susilo. Rumah tersebut sangat luas dan dikelilingi tembok setinggi sekitar tiga meter, sehingga mirip benteng. Namun, rumah itu tertutup dan seperti tak berpenghuni.

Rumah tersebut terletak tak jauh dari Pasar Kabangan, beberapa meter di sebelah utara pasar yang banyak menjual ember, tong, dan wajan.

Saat Tribun tiba di depan rumah, pintu gerbang besar terbuat dari kayu tertutup rapat. Persis di dekat pintu, tertera tulisan nomor 70, dan nama pemilik Chandra Cahyadi.

Saat pintu diketok beberapa kali, tak ada jawaban. Dari balik tembok, terlihat rumah mewah bergaya klasik dengan cat kuning.

Ternyata tak hanya ada satu rumah. Namun, bangunan utama ada di bagian depan. Kemudian, di belakangnya ada ruang longgar yang dipenuhi pepohonan. Di belakangnya lagi ada rumah berukuran lebih kecil.

"Rumah ini rumahnya Pak Chandra,” kata Sumari, pria yang mengaku bertugas sebagai penjaga rumah, Kamis (2/8/2012) malam.

Saat ditanya apakah rumah tersebut milik Irjen Djoko Susilo, pria berbadan agak tambun menggelengkan kepala. Ia terlihat kaget saat rumah tersebut dikaitkan dengan hasil korupsi yang dilakukan oleh jenderal polisi berbintang dua.

“Pak Chandra itu direkturnya Indosat. Kalau Pak Djoko Susilo saya tak tahu. Saya hanya tahu dari berita-berita di koran. Dia (Djoko Susilo) tak tinggal di sini,” papar Sumari.

Chandra, sang pemilik rumah, lebih banyak tinggal di Jakarta. Sang majikan datang ke Solo lima bulan sekali, itupun hanya sebentar.

Hal senada juga diungkapkan oleh Suharto, Ketua RT 01 RW V. Pria paruh baya memastikan rumah tersebut memang rumah Chandra Cahyadi. Saat ditanya apakah Irjen Djoko Susilo pernah tinggal di situ, ia juga menggelengkan kepala tanda tak tahu.

“Setahu saya, rumah itu memang rumah Pak Chandra. Petugas penjaga rumahnya adalah Pak Sumari,” tuturnya.

Menurut Suharto, setiap kali ada kegiatan kampung, yang biasanya datang mewakili adalah Sumari.  

“Saya juga kaget saat mendengar rumah tersebut dikatakan sebagai rumah Djoko Susilo,” cetusnya. (*)

BACA JUGA

  • KPK: Tak Ada Rebutan Perkara dengan Polri
  • Pimpinan DPR Heran Polri dan KPK Rebutan Tersangka
  • Alasan Polri Enggan Sentuh Irjen Djoko Susilo
  • Dua Perusahaan Nazaruddin Menangi Tender Simulator SIM 2010
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.