Rumah Jaman Belanda, Hunian Jadul Klasik yang Elegan

·Bacaan 4 menit
Rumah Jaman Belanda, Hunian Jadul Klasik yang Elegan
Rumah Jaman Belanda, Hunian Jadul Klasik yang Elegan

RumahCom - Peninggalan zaman Belanda, masih tertinggal pada beberapa rumah di Indonesia. Rumah jaman Belanda bisa Anda temukan di kawasan seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, dan masih banyak lagi. Jejak peninggalan kolonialisme ini tersirat jelas pada arsitektur rumah jaman Belanda yang tersebar di hunian-hunian kota besar.

Arsitektur rumah jaman Belanda memberi kesan klasik dan elegan. Jika Anda tertarik untuk mengadaptasi rumah jaman Belanda ke dalam arsitektur hunian Anda, berikut penjelasan detailnya mengenai rumah bergaya Belanda:

  1. Sejarah Rumah Gaya Belanda

  2. Karakteristik Rumah Gaya Belanda

  3. 5 Tips Mengaplikasikan Rumah Gaya Belanda

  4. Cara Merawat Agar Tetap Awet

Tata Cara Pindah Rumah dan Tiga Waktu Baiknya
Tata Cara Pindah Rumah dan Tiga Waktu Baiknya

Pindah ke Rumah Baru

Tata Cara Pindah Rumah dan Tiga Waktu Baiknya

Sejarah Rumah Jaman Belanda

Seiring berjalannya waktu, rumah model ini menjadi ciri khas rumah tua yang klasik.  (Foto: Pinterest.co.id)
Seiring berjalannya waktu, rumah model ini menjadi ciri khas rumah tua yang klasik. (Foto: Pinterest.co.id)

Seiring berjalannya waktu, rumah model ini menjadi ciri khas rumah tua yang klasik. (Foto: Pinterest.co.id)

Rumah Belanda di Indonesia identik dengan warna putih beratap limas, namun banyak yang salah mengartikan bahwa model rumah seperti ini adalah rumah khas Belanda. Padahal rumah dengan arsitektur khas ini adalah rumah asli Indonesia yang dibuat oleh arsitektur Belanda dan dibangun pada zaman penjajahan Belanda.

Rumah jaman Belanda di Indonesia atapnya khas daerah tropis. Sedangkan rumah asli Belanda di negaranya lekat dengan arsitektur Eropa lama yang dihiasi dengan batu bata merah dan memiliki atap berbentuk segitiga. Jadi, rumah jaman Belanda yang saat ini ada di Indonesia dan kerap dihubungkan dengan Belanda adalah rumah asli Indonesia yang dibangun pada zaman penjajahan Belanda. Seiring berjalannya waktu, rumah model ini menjadi ciri khas rumah tua yang klasik.

Rata-rata hunian bergaya Belanda ini tersebar di wilayah-wilayah elit seperti Menteng, Kota Lama Semarang, dan Jalan Setiabudi, Bandung. Ada banyak pilihan rumah jaman Belanda yang tersebar di berbagai kota besar Indonesia. Salah satunya di Semarang, temukan hunian klasik dibawah Rp1 miliar di Kota Semarang di sini!

Karakteristik Rumah Jaman Belanda

Bagian depan rumah bergaya Belanda biasanya dihiasi dengan pilar-pilar beton yang kokoh.
Bagian depan rumah bergaya Belanda biasanya dihiasi dengan pilar-pilar beton yang kokoh.

Bagian depan rumah bergaya Belanda biasanya dihiasi dengan pilar-pilar beton yang kokoh.

Ada beberapa ciri khas yang identik bila melihat rumah bergaya peninggalan kolonialisme ini. Salah satunya adalah tampilan depan rumahnya yang khas, yakni kental dengan besar tanah dan bangunan yang luas. Selain itu, model pintu utama juga identik dengan sentuhan etnik betawi. Berikut beberapa karakteristik rumah jaman Belanda yang bisa Anda simak:

  • Umumnya berukuran besar dengan tanah bagian depan yang luas

  • Setiap ruangan berbentuk simetris

  • Perabotan yang digunakan cenderung klasik dan terbuat dari kayu jati

  • Memiliki langit-langit yang tinggi

  • Bagian depan biasanya dihiasi dengan pilar-pilar beton

  • Aksen jendela kuno menghiasi bagian-bagian penting di dalam dan luar rumah

Tonton video berikut ini untuk mengetahui apa itu surat keterangan ahli waris!

5 Tips Mengaplikasikan Rumah Jaman Belanda

Rumah ini sangat identik dengan tampilan depan yang dihiasi pilar-pilar beton yang kokoh.
Rumah ini sangat identik dengan tampilan depan yang dihiasi pilar-pilar beton yang kokoh.

Rumah ini sangat identik dengan tampilan depan yang dihiasi pilar-pilar beton yang kokoh.

Apabila Anda tertarik untuk mengadaptasi rumah bergaya Belanda, berikut 5 tipsnya untuk Anda terapkan:

1. Bangun Rumah di atas Tanah yang Luas

Rumah bergaya Belanda ini identik dengan taman depan yang luas. Sehingga apabila Anda ingin membangun hunian bergaya Belanda ini, disarankan untuk membangunnya di atas tanah yang luas. Minimal 150 m2 untuk mendapatkan taman depan yang luas sehingga aksen rumah jaman Belanda terlihat kental.

2. Pilih Material Beton yang Kokoh

Rumah ini sangat identik dengan tampilan depan yang dihiasi pilar-pilar beton yang kokoh. Sehingga Anda wajib memilih material beton yang kokoh untuk menjaga keawetan bangunan rumah Anda nantinya. Fakta menarik bahwa banyak rumah bergaya Belanda ini telah berdiri lebih dari puluhan bahkan ratusan tahun lho.

3. Pilih Perabot Klasik yang Terbuat dari Kayu Jati

Jika Anda ingin mengadaptasi rumah zaman kolonialisme ini, pilih perabot klasik yang terbuat dari kayu jati. Material kayu jati menjadi pilihan yang tepat karena kualitasnya dan keawetannya. Sesuai dengan pondasi bangunan ini yang rata-rata kokoh dan awet sehingga bisa berdiri sampai sekarang.

4. Tambahkan Jendela-Jendela Besar

Rumah ini juga khas dengan jendela-jendela besar yang menghiasi berbagai ruangannya. Oleh sebab itu, rumah ini selalu terasa sejuk karena jendelanya yang besar-besar. Fungsi dari jendela besar ini adalah untuk memperlancar sirkulasi udara di dalam rumah dan juga mendapatkan sinar matahari dari luar.

5. Bangun Hunian Berlantai Satu

Rumah ini juga jarang ada yang terlihat berlantai dua. Rata-rata rumah jaman Belanda ini hanya memiliki satu lantai. Meski hanya satu lantai, biasanya hunian ini luas di bagian dalam dan luar. Sehingga tidak terasa sempit atau sumpek, selain itu biasanya rumah ini juga memiliki bagian teras yang cukup besar.

Tip Rumah

Sebelum mengaplikasikan rumah jaman Belanda, ada baiknya Anda memperhatikan luas tanah serta pondasi bangunan Anda.

Cara Merawat Agar Rumah Jaman Belanda Tetap Awet

Rumah ini sangat identik dengan tampilan depan yang dihiasi pilar-pilar beton yang kokoh.
Rumah ini sangat identik dengan tampilan depan yang dihiasi pilar-pilar beton yang kokoh.

Rumah ini sangat identik dengan tampilan depan yang dihiasi pilar-pilar beton yang kokoh.

Meski dibangun dengan pondasi yang kokoh, rumah ini juga harus dirawat dengan baik agar tetap terjaga keindahannya. Simak beberapa cara untuk merawat rumah arsitektur Belanda ini agar tetap awet:

  • Lakukan pengecatan ulang setiap 5 - 10 tahun sekali

  • Bersihkan area-area yang mudah terkena air dan debu agar tidak dipenuhi lumut atau jamur

  • Selalu rutin membersihkan rumah agar tetap bersih dan rapi

  • Bila ada beton atau dinding yang rusak, segera lakukan perbaikan agar tidak merembet ke area lainnya

Itulah penjelasan detail mengenai rumah klasik Belanda dan tips untuk merawat hunian ini. Jika Anda ingin membangun rumah dengan arsitektur kolonial ini ada baiknya memilih tanah yang luas untuk membangun bangunan yang kokoh.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel