Rumah Keluarga Akidi Tio di Palembang Dijaga Polisi

·Bacaan 2 menit

VIVA – Rumah anak bungsu dari almarhum Akidi Tio, Heryanti, yang berada di Jalan Tugumulyo, Sekip, Ilir Timur 1 Palembang, Sumatera Selatan, dijaga aparat Kepolisian dari Polrestabes Palembang.

Akidi Tio merupakan pengusaha asal Langsa, Kabupaten Aceh Timur, menyumbangkan uang Rp2 triliun untuk warga Sumatera Selatan yang terdampak PPKM selama pandemi COVID-19.?

Dua anggota polisi dari Satuan Sabhara disiagakan untuk berjaga di sekitaran kediaman anak bungsu Akidi Tio, Heryanti dan suaminya Rudi Sutadi, untuk menjaga hal yang tak diinginkan.

Sementara itu, pihak keluarga Akidi Tio belum bersedia berkomentar saat dikonfirmasi media seputar bantuan Rp2 triliun untuk penanganan COVID-19 di Sumsel. Rumahnya tertutup rapat dan sulit ditemui.

Ketua RT setempat, Toni Ahmad mengatakan pemilik rumah Heryanti dan Rudi Sutadi memang tertutup dan jarang membaur dengan warga sekitar. "Mungkin karena kesibukan. Suaminya itu pengusaha kontraktor," kata Toni saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, pengusaha asal Langsa, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, memberikan sumbangan dengan jumlah yang fantastis, untuk masyarakat yang terdampak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM di Sumatera Selatan.

Tidak main-main, sumbangan yang diberikan mencapai Rp2 triliun. Sumbangan tersebut merupakan tabungan dari almarhum Akidi Tio semasa hidup yang diwasiatkan kepada anak-anaknya untuk membantu orang-orang yang mengalami kesulitan.

Pihak keluarga mempercayakan bantuan Rp2 triliun itu untuk disalurkan melalui Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri. Bantuan ini diserahkan oleh Prof dr Hardi Darmawan, dokter keluarga almarhum Akidi di Polda Sumsel, Senin, 26 Juli 2021.

"Saya menyampaikan amanah ini setelah mendapat telepon dari salah satu anak Akidi. Dalam sambungan telepon, saya diminta untuk memberikan bantuan sebesar Rp2 triliun kepada warga Sumatera Selatan," ungkap Hardi.

Hardi menjelaskan, dari pembicaraan itu pihak keluarga Akidi meminta agar dana itu dimanahkan kepada Kepala Polda Sumatera Selatan, Irjen Pol Eko Indra Heri. Sebab, Jenderal bintang dua ini mengenal baik keluarga almarhum saat sedang bertugas di Aceh.

"Awalnya saya mengira telepon itu panggilan saya sebagai dokter, karena sudah 48 tahun saya dokter keluarga almarhum bapak Akidi. Ternyata diminta untuk menyerahkan bantuan Rp2 triliun ke Kapolda Sumatera Selatan untuk warga yang terdampak PPKM," kata Hardi.

Laporan: Erda Suhaimi/tvOne Palembang

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel