Rumah Ketum KNPI Diteror, Moeldoko Dituduh Mau Kudeta AHY

Syahrul Ansyari
·Bacaan 3 menit

VIVA - Sejumlah pemberitaan mewarnai kanal news portal VIVA.co.id sepanjang Senin, 1 Februari 2021. Yang terpopuler adalah berita menenai rumah Ketua Umum KNPI, Haris Pertama, yang diteror orang tk dikenal.

Berita kedua, mengenai Kepala Staf Presiden, Moeldoko, yang menanggapi tuduhan terhadapnya. Mantan Panglima TNI itu dituduh mau mengkudeta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari kepemimpinan Partai Demokrat.

Moeldoko menyarankan kepada AHY agar tidak baperan sebagai seorang pemimpin. Jangan mudah terombang-ambing.

Sedangkan, berita ketiga yang terpopuler masih mengenai pernyataan Moeldoko. Kali ini soal dia mengingatkan agar AHY tidak mengganggu Jokowi.

Sementara itu, berita terpopuler keempat adalah soal isu banjir Jakarta. Sepanjang Januari Jakarta tidak banjir padahal hujan deras mengguyur. Apa sebabnya?

Dan berita terpopuler keempat kembali soal isu kudeta yang dialami AHY. Disebutkan bahwa setelah lolos dari upaya pelengserah itu, AHY menerima surat setia dari para kader Demokrat.

Berikut 5 berita terpopuler di kanal news VIVA.co.id sepanjang Senin, 1 Februari 2021:

1. Rumah Ketum KNPI Pelapor Abu Janda Diteror Orang Tak Dikenal

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) Haris Pertama memberikan kabar mengejutkan. Setelah akun Twitternya di-hack, kini rumahnya di teror orang tak dikenal.

Hal ini disampaikan Haris melalui akun Twitter resminya @harisknpi yang dikutip VIVA, Senin 1 Februari 2021. Haris diketahui merupakan orang yang melaporkan Permadi Arya atau Abu Janda ke Mabes Polri terkait dugaan rasisme ke mantan Komisioner Komnas Ham yang juga aktivis Papua, Natalius Pigai.

Baca selengkapnya di sini.

2. Moeldoko Jawab AHY: Jadi Pemimpin Harus Kuat, Jangan Baperan

Kepala Staf Presiden Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, menjawab tudingan dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), ada pejabat di lingkungan dekat Presiden Joko Widodo yang ingin mengambil paksa kepemimpinan Partai Demokrat.

"Saran saya, menjadi seorang pemimpin harus menjadi kuat jangan mudah baperan, terombang ambing dan seterusnya," kata Moeldoko, dalam pejelasannya via zoom, Senin malam 1 Februari 2021.

Moeldoko menegaskan, bahwa ia memang terbuka terhadap siapapun. Bahkan rumahnya terbuka untuk orang datang. Berbagai cerita, diakuinya ia dapatkan dari para tamu tersebut.

Baca selengkapnya di sini.

3. Tanggapi AHY, Moeldoko: Saya Ingatkan, Jangan Ganggu Pak Jokowi

Kepala Staf Presiden, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengatakan, jangan ada apa-apa lalu menyeret-nyeret Istana. Apalagi sampai membawa nama Presiden Joko Widodo.

Itu ditegaskan oleh Moeldoko, menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dimana dalam keterangan persnya Senin 1 Februari 2021 siang tadi, menyebut ada pejabat dekat lingkaran Presiden Jokowi yang ikut ingin mengkudeta dia dan mengambil paksa Partai Demokrat.

"Jangan dikit-dikit istana. Dalam hal ini saya mengingatkan, sekali lagi jangan dikit-dikit istana dan jangan ganggu Pak Jokowi dalam hal ini karena beliau dalam hal ini tidak tahu sama sekali nggak tahu apa-apa dalam hal ini, dalam isu ini," jelas Moeldoko, dalam keterangan pers lewat zoom, Senin malam 1 Februari 2021.

Baca selengkapnya di sini.

4. Penyebab Jakarta Tak Banjir Meski Hujan Deras Sepanjang Januari

Pengamat Tata Kota, Yayat Supriatna mengungkapkan kenapa di Provinsi DKI Jakarta tidak mengalami banjir pada wal tahun 2021. Dan ini berbeda dengan tahun sebelumnya pada awal tahun 2020.

"Kalau misalnya kita lihat posisi banjir 2021 ini beda, hujannnya tidak ekstrem. Kalau yang di 2020 ekstrem banget, sangat tinggi sekali. Kalau sekarang walaupun hujan tidak terlalu tinggi dan merata dalam arti merata di Bogor hujan di Jakarta hujan lautnya juga pasang. Kalau kondisi gitu beda dia, yang membuat kondisinya beda dengan 2021 dengan 2020," kata Yayat saat dikonfirmasi VIVA di Jakarta, Senin, 1 Februari 2021.

Baca selengkapnya di sini.

5. Lolos dari Upaya 'Kudeta', AHY Terima Surat Setia dari Kader Demokrat

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) merasa bersyukur. Sebab seluruh pimpinan dan kader menolak gerakan pengambilalihan kepemimpinan di Partai Demokrat.

“Saya telah menerima surat pernyataan kesetiaan dan kebulatan tekad, dari seluruh pimpinan di tingkat daerah dan cabang di seluruh Indonesia," kata AHY, Senin 1 Februari 2021.

AHY menuturkan surat tersebut merupakan bentuk kesetiaan para kader untuk tunduk dan patuh kepada Partai Demokrat dan kepemimpinan hasil Kongres V Partai Demokrat yang sah.

Baca selengkapnya di sini.