Rumah Kontrakan Kasus Mutilasi selalu Sepi dan Berada di Gang Buntu

Merdeka.com - Merdeka.com - Rumah kontrakan yang disewa tersangka mutilasi seorang perempuan di Kampung Buaran RT 01 RW 02, Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi tampak sepi. Tidak ada satupun aktivitas yang terlihat dari kontrakan tersebut dari pagi hingga sore hari.

Di halaman rumah kontrakan berwarna oranye yang berada di ujung gang buntu itu juga tidak terlihat adanya aktivitas penghuni kontrakan. Di halaman rumah kontrakan itu hanya terlihat dua mobil besar yang diparkir.

Seorang warga setempat yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, sebelum muncul kasus mutilasi, rumah kontrakan tersebut selalu tampak sepi. Kontrakan dengan enam kamar tersebut juga jarang terisi penuh.

"Emang sepi mulu, apa lagi ini tempatnya di ujung, jadi hampir enggak ada yang lewat depan kontrakan," katanya, Sabtu (31/12).

Rumah kontrakan yang saat ini masih terpasang garis polisi itu membuat geger warga setempat. Karena di dalam rumah kontrakan bernomor enam itu ditemukan jasad wanita yang dimutilasi terbungkus dua kantong plastik dalam dua boks kontainer pada Jumat (30/12) dini hari.

Tidak lama setelah melakukan olah TKP, polisi mengamankan terduga pelaku berinisial MEL (34). Dia diamankan bersama seorang wanita yang belum diketahui identitasnya saat berada di dalam mobil ketika akan menuju kontrakan.

Setelah ramai diberitakan, lanjut perempuan berusia sekitar 40 tahun ini, banyak warga dari desa lain yang ingin melihat langsung rumah kontrakan tempat ditemukannya jasad wanita termutilasi.

"Tukang makanan keliling juga jadi pada nanyain lokasi rumah kontrakannya di sebelah mana, ya mereka penasaran aja, soalnya udah ramai beritanya," katanya.

Berdasarkan informasi, ketua RT setempat bersama dengan pemilik rumah kontrakan dipanggil ke Polda Metro Jaya sejak pagi hari. Pemanggilan itu diduga kuat terkait kasus penemuan jasad wanita termutilasi di dalam rumah kontrakan tersebut.

"Infonya dari jam 8 pagi perginya, dijemput sama yang punya kontrakan, katanya sih mau ke Polda Metro Jaya," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, jasad wanita dimutilasi ditemukan di sebuah rumah kontrakan yang beralamat di Kampung Buaran.

Seorang saksi Dian Ardiansyah yang merupakan warga sekitar mengatakan, penemuan jasad wanita itu berawal dari pencarian seorang laki-laki berinisial MEL yang dilaporkan hilang oleh petugas dari Polda Metro Jaya.

"Jadi awalnya ada anggota dari Polda menanyakan info orang hilang atas nama Ecky, terus sampai ke rumah saya, mereka menanyakan, saya jawab tidak kenal. Tapi info dari polisi katanya tinggal di sini," kata Dian di lokasi, Jumat (30/12).

Polisi kemudian melihat ada empat pintu kontrakan dan menanyakan terkait penghuni kepada Dian. Saat dicek ternyata terdapat selembar kertas yang dituliskan oleh pemilik kontrakan ditujukan kepada seseorang bernama Ecky.

"Anggota polisi nanya ada kontrakan? Saya bilang ada. Saya tunjukkan di sini karena kosong ini. Ada empat pintu yang diisi, yang dua ini kosong yang dua lagi di ujung ada. Nah kata pihak kepolisian begitu melihat ada kertas, ada nama Ecky di sini, mereka yakin bahwa dia yang mengontrak di sini," ungkapnya. [cob]