Rumah Pemain PSS Sleman Ze Valente Dimasuki Pencuri saat Ditinggal Bertanding

Merdeka.com - Merdeka.com - Rumah pemain asing PSS Sleman Ze Valente menjadi sasaran pembobolan pencuri. Sejumlah barang milik Ze Valente hilang karena dicuri. Pencurian di rumah Ze Valente ini terjadi saat dirinya sedang bertanding membela PSS Sleman saat melawan Persebaya Surabaya di Stadion Maguwoharjo Sleman, Sabtu (27/8).

Ze Valente mengatakan dirinya baru tahu jika rumahnya dibobol pencuri saat pulang dari pertandingan. Sejumlah barang pribadi milik Ze Valente seperti sepatu, pakaian hingga harddisk hilang dibawa pencuri.

"Rumah saya dirampok tadi malam selama pertandingan PSS. Kalah dalam permainan tentu merusak hari saya, tetapi pulang dalam keadaan lelah dan merasa bahwa pencuri tersebut berada di dalam rumah saya, memeriksa barang-barang saya, mencuri sepatu, pakaian, beberapa kalung dengan nilai sentimental bagi saya, mencuri komputer saya, hardisk tempat saya menyimpan kenangan indah dalam hidup saya," ujar Ze Valente dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/8).

Ze Valente menilai jika barang-barangnya yang dicuri itu tak memunyai nilai bagi pencuri yang mengambilnya. Namun barang-barang tersebut memiliki nilai kenangan baginya.

"Itu tidak akan menambah apa pun bagi siapa pun yang mencurinya, mencuri pengisi daya antara lain, membuat saya merasakan perasaan terburuk yang mungkin anda pernah rasakan. Namun, saya belum pernah melalui ini. Saya sangat sedih dan kecewa serta saya tidak pernah berharap itu terjadi pada saya maupun kalian yang membacanya," ucap Ze Valente.

Ze Valente meminta kepada pencuri yang membobol rumahnya untuk mengembalikan barang yang diambil. Ze Valente menjanjikan hadiah bagi pencuri jika mengembalikan barang-barang miliknya. Selain itu Ze Valente juga tidak akan mengungkap identitas pencuri jika barang-barang miliknya dikembalikan.

"Saya ingin meminta bantuan, saya tidak membutuhkan orang itu untuk memberi saya semua yang ia curi. Akan tetapi, saya hanya meminta barang yang paling berarti bagi saya. Saya berjanji untuk tidak mengekspos orang yang melakukannya di depan umum dan saya memberi mereka kesempatan untuk melakukan apa yang benar," urai Ze.

"Saya tahu kamu akan membaca ini. Saya menawarkan hadiah jika perlu. Saya akan memberikannya kesempatan selama beberapa hari untuk mengembalikan barang paling penting saya yaitu komputer, hardisk, dan kalung. Karena disitu terdapat kenangan hidup saya dan kalung itu merupakan kalung keluarga yang diturunkan dari generasi ke generasi. Jika kamu mengembalikan itu, maka saya akan memaafkan dan tidak akan melaporkan hal ini ke polisi," pungkas Ze. [ray]