Rumah Raffi jadi tontonan warga, ada yang mau minta tanda tangan

MERDEKA.COM,

Raffi Ahmad beserta belasan rekannya ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) di rumahnya di Jalan Gunung Balong RT 09 / 04 Lebak Bulus Jakarta Selatan karena ditengarai sedang melakukan pesta narkoba tadi pagi. Puluhan warga tampak mendatangi kediaman presenter 'Dahsyat' tersebut.

Warga banyak yang tidak menyangka bahwa artis yang sering tampil sebagai host acara musik Dahsyat ini kedapatan digeledah oleh BNN karena ditengarai menggunakan Narkoba. "Ya gak nyangka saja, kalau rame sih rame rumahnya," kata salah satu warga, Antok di depan kompleks rumah Raffi Ahmad, Minggu (27/1).

Selain itu, ada seorang ibu dan anaknya yang malah mendatangi kediaman Raffi Ahmad untuk mengantarkan anaknya meminta tanda tangan mantan pacar Yuni Shara tersebut. "Saya ini malah mau minta tanda tangan, eh sudah ketangkep," kata perempuan paruh baya tersebut.

Sementara itu, kondisi kediaman Raffi saat ini terlihat tertutup. Namun sebelumnya, penjaga rumahnya bernama Ojik terlihat pusing karena kakaknya Umar yang berprofesi sebagai sopir ikut dibawa oleh BNN bersama raffi Ahmad, Zaskia Sungkar, Irwansyah, Wanda Hamidah dan asisten Raffi, Samira.

"Saya ikut pusing, abang (Umar) saya dibawa," ujar Ojik di depan rumah Raffi.

Menurutnya, kejadian penggeledehan tadi pagi pukul 5.30 WIB ada sekitar 15 polisi datang menjemput bosnya. Saat itu abangnya (Umar) melawan.

Dia juga mengeluhkan semua alat komunikasi (HP) disita semua oleh Polisi. "HP saja sudah disita semua. Jangan sampai ada yang ngerekam," katanya menirukan anggota yang menggerebek rumah Raffi.

Ojik hanya mengetahui bahwa yang berada di rumahnya Raffi hanya temen Raffi yakni Rajiv. Kondisi pintu rumah pun dalam kondisi terbuka tadi pagi.

"Memang udah kebuka, ada temennya bos di luar lagi ngopi," katanya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.