Rumah Sakit Bantul dan Gunungkidul Kurang Ranjang

TEMPO.CO, Yogyakarta--Ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan di Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Bantul Provinsi DI Yogyakarta dinilai masih minim terutama jika dilihat dari ketersediaan tempat tidur yang dimiliki rumah sakit yang beroperasi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DIY Sarminto menuturkan jumlah tempat tidur di Kabupaten Gunungkidul saat ini baru sekitar 300 unit sementara jumlah penduduknya sekitar 600 ribu jiwa. Sedangkan di Kabupaten Bantul, tempat tidur yang tersedia di rumah sakit yang beroperasi hanya sekitar 350 unit dengan total penduduk 900 ribu jiwa.

"Jumlah tempat tidur di dua lokasi itu masih di bawah standard yang diterapkan WHO (World Health Organization) yang mematok tiap daerah setidaknya memiliki tempat tidur rumah sakit untuk 1000 penduduk," kata Sarminto, Senin 23 Juli 2012.

Ketersediaan sarana dan prasarana ideal rumah sakit ini jga terkait dengan pemberlakua Undang-Undang tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (UU BPJS) bidang Kesehatan pada 1 Januari 2014. "Jadi memang perlu kesiapan fasilitas kesehatan diantaranya rumah sakit untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh penduduk," kata dia.

Meski demikian, lanjut Sarminto, jika perspektif kebutuhan tempat tidur itu dilihat dalam ukuran lebih besar, bukan kabupaten/kota melainkan provinsi, ketersediaan sarana prasarana tempat di DIY sudah mencukupi. "Saat ini total lima kabupaten/kota yang ada di DIY punya sekitar 5600 tempat tidur," kata dia.

Jumlah ideal kebutuhan tempat tidur rumah sakit di DIY itu tersebar di antaranya di Kabupaten Kulonprogo, Sleman dan Kota Yogyakarta. "Untuk Sleman dan Kota Yogyakarta jumlah tempat tidur rumah sakitnya sudah melebihi presentase ideal dibanding jumlah penduduk, sementara Kulonprogo seimbang," kata dia.

Untuk mengatasi kekurangan tempat tidur tersebut pihaknya mendorong Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Bantul untuk menambah tempat tidur di rumah sakit setempat.

"Kalau menambah rumah sakit tentu perlu menambah SDM (Sumber Daya Manusia), itu tak efisien. Karena itu kami minta menambah kelas III saja," kata dia.

PRIBADI WICAKSONO

Berita populer:

Ini Isi Percakapan Hartati Murdaya dan Bupati Buol

Jokowi Tak Mau Didikte Partai Pengusungnya

3 Juta Lelaki Indonesia Kunjungi Pelacur

JK Akan Atur Volume Pengeras Suara Masjid

Hartati Murdaya, Sang Motor Penyokong SBY

''Kekuasaan'' Bisnis Hartati Murdaya di Kehutanan 

Puluhan Kader Demokrat Akan Hengkang ke Nasdem

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.