Rumah Sakit Jiwa di Bogor Dijadikan Ruang Isolasi COVID-19

Bayu Nugraha, Muhammad AR (Bogor)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Masih tingginya tingkat penambahan dan penyebaran kasus COVID-19 di Kota Bogor, membuat ketersediaan ruang isolasi untuk perawatan pasien hampir terisi seluruhnya. Melihat kondisi tersebut, Kementerian Kesehatan memberikan kontribusi penanganan COVID-19 di Kota Bogor dengan mengubah Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dr. Marzoeki Mahdi Kota Bogor, menjadi ruang isolasi pelayanan COVID-19.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menyebut, saat awal pandemi COVID-19, Kota Bogor hanya memiliki delapan ruang isolasi bertekanan negatif. Namun saat ini sudah ada 407 ruang isolasi bertekanan negatif.

"Untuk Bed Occupancy Rate (BOR), hingga hari ini hampir mencapai 60-70 persen, jadi sangat tinggi sekali. Kondisi ini tidak terlepas dari peristiwa yang terjadi belum lama ini seperti aksi massa, cuti bersama dan lainnya, sehingga memberi dampak pada penambahan kasus COVID-19 sangat signifikan," kata Dedie di Galeri Kresna Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Kota Bogor, saat peresmian ruang isolasi bersama Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Prof. Kadir didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Sri Nowo Retno, Dirut RSJ Marzoeki Mahdi, DR. dr. Fidiansyah beserta jajaran, Sabtu 14 November 2020.

Kurang lebih ada enam ruang isolasi bertekanan negatif yang diresmikan di RSJ Marzoeki Mahdi. Dengan ada penambahan ruang isolasi di RSJ Marzoeki Mahdi tersebut, kata Dedie, ia sangat bersyukur dan berharap semoga ke depan ruangnya bisa ditingkatkan.

Dedie juga berharap agar Kota Bogor terus dibantu pemerintah pusat mengingat penting dan strategisnya Kota Bogor. Pasalnya, beberapa seringnya agenda kenegaraan dilaksanakan di Istana Kepresidenan Bogor.

Mengenai rencana pelaksanaan vaksinasi di Kota Bogor menurut Dedie pihaknya siap bahu membahu dengan pemerintah pusat.

Direktur RSJ Marzoeki Mahdi, dr. Fidiansyah mengungkapkan. perkembangan COVID-19 menjadi tanggung jawab bersama. Semoga ruang isolasi COVID-19 mampu memberi manfaat yang besar bagi masyarakat yang membutuhkan dan menjadi bukti nyata kontribusi RSJ Marzoeki Mahdi dalam membantu penanganan COVID-19 di Kota Bogor.

Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Prof. Kadir menerangkan, Covid-19 mendidik semua untuk melakukan banyak perubahan, karena kasus yang ada setiap hari makin bertambah. Hal ini terkait dengan perilaku masyarakat yang belum disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan yang lainnya.

"Saya berharap RSJ Marzoeki Mahdi ikut terlibat langsung dalam penanganan Covid-19 sesuai kemampuan yang dimiliki. Menjadi tanggung jawab pemerintah pusat untuk meningkatkan kapasitas semua rumah sakit, termasuk RSUD. Ada 181 RSUD yang menjadi rujukan nasional, provinsi maupun regional diberikan bantuan anggaran untuk pengembangan," paparnya.

Dia mengatakan, jangan pernah lelah melayani dan membangkitkan semangat para pasien untuk sembuh.

"Semoga keberadaan ruang isolasi di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi mampu mempercepat penanganan dan penyembuhan pasien-pasien COVID-19 di Kota Bogor," katanya.

Baca juga: 5 Ribu Kasus COVID-19 dalam Sehari, Satgas Sebut dari Libur Panjang