Rumah Sakit Kartini: Bayi Upik Lahir Tak Sempurna

TEMPO.CO, Jakarta - Rumah Sakit Bersalin Kartini membantah jika disebut salah memvonis kematian bayi Upik. Upik adalah bayi yang divonis RS Bersalin Kartini meninggal tapi setelah pulang ke rumah rupanya Upik masih hidup.

"Sejak awal kondisi bayi memang tidak sempurna artinya dia lahir dalam kondisi jelek," kata Direktur RS Bersalin Kartini, Elmira Suksmawati, pada Kamis, 21 Februari 2013. Selain itu, ibu jabang bayi juga memiliki riwayat jelek soal persalinan.

"Dulu ibu bayi pada 2012 pernah mengalami gangguan serupa," katanya. Dalam istilah medis ibu ini mengalami apa yang disebut Partus Immaturus. Artinya, bayi kandungan usianya baru 20-28 minggu. Upik lahir pada usia kandungan 22 minggu.

Menurut Elmira, kakak Upik yang bernama Fadli juga mengalami kondisi sakit serupa. Dia lahir dalam kondisi sama dan langsung dinyatakan meninggal tak lama setelah lahir. Elmira menjelaskan bayi yang lahir dalam kondisi Immaturus kesempatan hidupnya minim. Kondisi ini lebih parah dari Prematur. Janin belum matang, bobotnya hanya 500 gram. Bahkan bayi tipe ini belum bisa bernafas dengan baik.

Saat lahir bayi Upik sudah menunjukan tanda-tanda kepayahan hidup. "Nafasnya satu-satu, detaknya lemah, dan warnanya biru," kata Elmira. Menurutnya Rumah Sakit Kartini sudah melakukan penanganan maksimal. Tapi nyawa Upik tetap tidak bisa ditolong. Rumah Sakit menyatakan Upik meninggal sehingga akhirnya dibawa pulang. (Baca: Dinas Kesehatan DKI Investigasi Kematian Bayi Upik)

Salah satu dokter Rumah Sakit, Rita, mengatakan fenomena ini biasa dikenal sebagai mati suri. Dia membantah tim dokter lalai dalam menyatakan kematian jabang bayi. Tapi mereka mengaku sempat kaget ketika bayi dibawa kembali.

Elmira juga membantah Rumah Sakit sempat meminta uang muka. Bahkan dia mengaku sudah menghubungi rumah sakit lain sebagai rujukan. "Bayi tersebut butuh NICU sedangkan kami tidak punya," katanya tanpa mau menyebut rumah sakit mana saja yang dihubungi. (Baca: Kisah Bayi-bayi Merana di Sekitar Ibu Kota)

SYAILENDRA

Berita Lainnya:

RS Budi Asih Kewalahan Tangani Pasien KJS  

Astaga! Mayat Bayi Dibuang di Pot Bunga

Kasus Dera, RS Diminta Tambah Kapasitas Kelas III

RS Kurang Dokter, Jokowi Ajukan 110 Dokter Baru

Pasien Miskin Ditolak RS, Sistem Kesehatan Buruk  

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.