Rumah Taipan Om Liem Tetap Asri

  • Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNnews.com
    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNNEWS.COM - Sebagian besar uang gaji suami dikelola istri. Sialnya, mayoritas wanita tak punya pengetahuan pengelolaan keuangan yang bagus. …

  • Ekonom: Pemerintah Baru Perlu Naikkan Harga BBM

    Ekonom: Pemerintah Baru Perlu Naikkan Harga BBM

    Antara
    Ekonom: Pemerintah Baru Perlu Naikkan Harga BBM

    Yogyakarta (Antara)- Pemerintahan baru mendatang perlu menaikkan kembali harga bahan bakar minyak bersubsidi secara bertahap untuk mengurangi pembengkaan subsidi bahan bakar itu, kata ekonom Universitas Gadjah Mada Tony Prasetyantono. "Subsidi sulit dihilangkan sama sekali. Yang bisa dilakukan adalah secara bertahap dikurangi," kata Tony di Yogyakarta, Selasa. Ia merekomendasikan kenaikan harga subsidi bahan bakar minyak (BBM) dilakukan dengan menaikkan harga dengan kisaran Rp1.000-Rp1.500 …

  • AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    Merdeka.com
    AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    MERDEKA.COM. PT Angkasa Pura II bersiap mengembangkan bandar udara berkonsep kebun binatang di Sultan Thaha Syaifuddin, Jambi. Kementerian Perhubungan langsung mengkaji rencana itu, karena berkaitan dengan keselamatan penerbangan.Menteri Perhubungan Evert Erenst Mangindaan mengaku baru mendengar proposal AP II itu. Dia mempersilakan operator bandara berkreasi dengan konsep layanan penerbangan, asal keamanan terjamin. ... …

TEMPO.CO , Jakarta:Rumah almarhum Liem Sioe Liong alias Sudono Salim, konglomerat yang berjaya pada masa pemerintahan Soeharto kini tak berpenghuni. Rumah itu ditinggalkan pemiliknya saat kerusuhan Mei 1998.

Rumah Sudono di Jalan Gunung Sahari masih tampak asri dan terawat meski sudah 14 tahun tak ditinggali. Halamannya kecil namun ditumbuhi berbagai pohon seperti palem, mangga, dan belimbing. Rumputnya pun terpangkas rapi. Saat Tempo mengunjungi rumah itu, Rabu, 13 Juni 2012, hanya ada dua penjaga yang sedang bertugas, Maryo dan Warso. Namun mereka mengatakan baru bekerja di sana selama dua bulan.

Terdapat dua bangunan yang dilindungi pagar abu-abu. Satu rumah satu tingkat bermodel kuno dengan atap hijau, menurut Maryo itu adalah rumah asli Sudono Salim. Sementara bangunan dua lantai yang sedang direnovasi tadinya merupkan rumah milik keluarga Salim. "Kalau nggak salah punya keponakannya," kata Maryo, Rabu.

Kedua bangunan itu, kata dia, tak dibakar saat kerusuhan Mei 1998. Yang dibakar adalah bangunan dua tingkat yang berada di belakang rumah Sudono. Persis menghadap ke Jalan Kemayoran.

Bangunan yang tersisa itu tampak terbengkalai. Temboknya berwarna abu-abu kusam. Di beberapa bagian terlihat batu bata oranye atau besi yang mencuat. Sementara tanah kosong di belakang bangunan itu ditumbuhi pohon pisang dan belimbing yang tampak tak terawat. Tembok yang membatasi gedung dengan rumah pun sudah mulai dijalari tanaman sirih. "Di sana banyak ular," kata Maryo.

Jika dilihat dari Jalan Kemayoran, tampaklah bagian depan gedung berlantai dua yang terbengkalai itu. Bagian depannya dipagari seng kusam dengan sisa-sisa warna hijau atau biru. Menurut Maryo, gedung itulah yang menjadi sasaran amuk masa pada Mei 1998.

Sayangnya, tak ada orang yang bisa diintai keterangan. Satpam di Jalan Gunung Sahari VI itu mengaku baru dua tahun berjaga di sana. Ia tak tahu seluk beluk kerusuhan 14 tahun lalu.

Begitu juga dengan ketua RT bernama Tati. Ia memang sudah tinggal puluhan tahun di sana. "Tapi waktu kejadian saya juga sedang mengungsi ke Kebon Jeruk. Semua warga di sini mengungsi karena takut," kata Tati.

ANGGRITA DESYANI

Berita Terkait

Trauma Dijarah, Alasan Om Liem Pindah Singapura

Om Liem Sudah 3 Tahun Alami Kebutaan

Om Liem Pernah Ingin Kembali dan Dikubur di Jakarta

Satu Jam Perjalanan Bogor-Jakarta Bersama Dahlan

Liem Soe Liong Ikuti Kabar Bisnis Sampai Akhir Hayat

Om Liem Sudah Lama Menderita Glaukoma Berat

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...