Rumah Tangga Dilanda Keretakan, Ayu Ting Ting Diminta Banyak Bersabar

Laporan Wartawan Warta Kota, Heribertus Irwan Wahyu Kintoko

TRIBUNNEWS.COM – Pedangdut Ayu Ting Ting (22) diminta orang tua supaya bersabar di tengah kabar miring soal keretakan perkawinannya dengan Henry Baskoro Hendarso (25) alias Enji yang baru seumuran jagung itu.

"Banyak sabar aja ya," kata Abdul Rozak, ayah Ayu, saat ditemui di rumahnya di Jalan Kemuliaan No 51, RT06/RW01, Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (19/9/2013) sore. Rozak enggan bicara banyak soal kabar miring Ayu dan Enji itu.

Saat itu Rozak yang baru saja kembali sepulang dari tempat dinasnya, mengakui Ayu memang berada di rumah. "Ayu ada (di rumah), lagi tidur," jelas Rozak yang bicara di atas sepeda motor matic hitamnya.

Meski terus 'diguncang' kabar tak sedap, lanjut Rozak, Ayu tetap fokus pada kesehatannya dan bayi yang ada di rahimnya. "Alhamdulillah, Ayu sehat," kata Rozak. "Ayu sudah dua kali ke dokter. Dia hanya perlu istirahat," ujarnya.

Rozak justru meminta Ayu supaya tidak banyak bekerja dan berkegiatan karena sedang hamil. "Sekarang Ayu lagi sakit, tak boleh banyak kena angin," jelas Rozak yang berencana menunaikan ibadah haji itu.

Rozak, juga Umi Kalsum, ibu Ayu, akan berdoa untuk kebaikan Ayu dan janin yang ada di dalam kandungan pelantun lagu 'Alamat Palsu' dan 'Sik Asik' itu. "Semoga diberi yang terbaik buat anak dan cucu saya, supaya sehat terus," katanya.

Namun ketika diminta adakah doa untuk Enji, menantunya, Rozak menolak bicara. "Sudah ya, 'no comment'," ujar Rozak beranjak ke dalam rumahnya. Tidak lama setelah menikah, 4 Juli 2013, Ayu dan Enji berpisah rumah.

Baca Juga:

Ayu Ting Ting Cueki Kabar Miring dan Lebih Fokus Jaga Kesehatan Janin

Ayu Ting Ting dan Enji Pisah Rumah? Ini Jawaban Ibunya

Ayu Ting Ting Nggak Paham Chelsea Tapi Mengidola Torres

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.