Rumah Tempat Lahir Adolf Hitler Kini Jadi Kantor Polisi

Daurina Lestari, Dinia Adrianjara

VIVA – Sebuah bangunan di Austria yang menjadi tempat kelahiran Adolf Hitler pada tahun 1889, akan diubah menjadi kantor polisi. Putusan ini akhirnya ditetapkan setelah mengalami kebuntuan administrasi selama bertahun-tahun atas hak kepemilikan dan penggunaan bangunan.

Pihak berwenang awal pekan ini mengungkapkan rencana arsitektur terbaru yang akan 'menetralisir' rumah Braunau am Inn, sehingga membuatnya tidak menjadi situs ziarah bagi orang-orang yang ingin memuliakan diktator Nazi tersebut.

"Ini adalah penggunaan yang paling tepat untuk bangunan itu karena polisi adalah pelindung hak-hak dasar dan kebebasan," kata Menteri Dalam Negeri Austria, Karl Nehammer.

"Petugas polisi dalam pelatihan melihat diri mereka sebagai mitra warga dan sebagai pihak yang melindungi kebebasan, hak untuk berkumpul dan kebebasan berbicara," ujar Nehammer, dikutip Fox News.

Desain terbaru untuk renovasi gedung tersebut telah mengalahkan 11 pesaing dalam tender Kemendagri Austria. Renovasi ini diharapkan akan selesai sekitar akhir tahun 2022 dan akan menelan biaya sebesar US$5,6 juta.

Dibalik bangunan tersebut, hanya ada sedikit bukti bahwa bangunan tiga tingkat yang relatif sederhana itu dulunya adalah rumah bagi seorang anak yang kemudian menjadi pemimpin Reich Ketiga, memicu Perang Dunia II dan bahkan tragedi Holocaust.

Kemendagri Austria mulai menyewakan gedung itu pada tahun 1972 ke berbagai organisasi amal untuk mencegah penyalahgunaannya. Bangunan itu sempat kosong setelah pusat perawatan untuk orang dewasa penyandang cacat pindah pada tahun 2011.

Pada tahun 2011, pengadilan tertinggi Austria memutuskan bahwa pemerintah berhak untuk mengambil alih bangunan tersebut setelah pemiliknya menolak untuk menjualnya. Akhirnya pemerintah mengumumkan pada bulan November bahwa polisi akan menggunakan bangunan itu.

Tidak seperti Jerman, Austria telah lama membantah bertanggung jawab atas Nazisme, dan menggambarkan negaranya sebagai korban pertama karena pencaplokan Hitler atas tanah kelahirannya pada tahun 1938. Namun pada saat itu, banyak orang Austria yang dengan antusias mendukung langkah tersebut.