Rumah Terancam Ambles di Pamekasan Terus Bertambah

Pamekasan (ANTARA) - Rumah warga yang terancam retak dan ambles di Dusun Pancor, Desa Grujugan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, hingga kini terus bertambah.

"Hingga saat ini sudah ada enam rumah milik warga kami yang terancam ambles. Kalau kemarin kan masih dua rumah yang retak dan terancam ambles," kata staf Humas Kecamatan Larangan Sunairi, Sabtu siang.

Keenam unit rumah milik warga di Dusun Pancor, Desa Grujugan, Kecamatan Larangan, itu terancam ambles, karena retakan tanah mulai terlihat di pekarangan rumah mereka.

Pada Jumat (21/6) sekitar pukul 04.30 WIB tanah sepanjang 500 meter secara tiba-tiba retak dan ambles di Dusun Dusun Pancor sekitar 7 kilometer ke arah timur Kota Pamekasan.

Tanah retak dan ambles dengan kedalaman antara 10 hingga 15 meter. Dua unit rumah warga di sekitar lokasi kejadian juga retak dan terbelah menjadi dua. Keduanya rumah itu milik Haji Fathorrosi dan Mat Soleh. Keduanya warga Dusun Pancor.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian sementara ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Belakangan diketahui, tanah yang ambles dan retak itu, merupakan bekas galian batu bata. Warga setempat menuturkan, hampir semua rumah bangunan milik warga di dusun berada diatas lubang galian batu bata.

"Jadi di bawah rumah kami semuanya berlubang seperti goa, karena batu batanya sudah digali," kata salah seorang warga di dusun itu Suhri.

Kasus tanah ambles yang terjadi di Dusun Pancor itu bukan yang pertama kali. Sebelumnya pada 14 Juni 2013, sebanyak tiga kepala keluarga (KK) Dusun Taretah, Desa Palengaan Daya, Kecamatan Palengaan, Pamekasan terpaksa mengungsi karena tanah tempat rumah mereka ambles.

Tanah ambles sebelumnya juga dilaporkan terjadi di dua desa di Kabupaten Sumenep. Sehingga, pemkab setempat terpaksa mengevakuasi warga di sekitar lokasi kejadian ke tempat yang lebih aman.(rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.