Rumah Zakat Bidik Perolehan Wakaf dari Milenial Tahun Ini

Raden Jihad Akbar, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Lembaga filantropi Rumah Zakat menargetkan perolehan wakaf yang potensinya mencapai Rp180 triliun dengan sasaran pemberi wakaf dari generasi milenial. Target itu berkaca pada catatan 2020, Rumah Zakat berhasil menghimpun Rp391 miliar dalam bentuk uang.

Chief Executive Officer Rumah Zakat, Nur Efendi, menjelaskan, untuk menarik pemberi wakaf generasi muda, pihaknya menyediakan wadah platform waqf.id untuk kemudahan umat muslim dalam mewakafkan uangnya. Kurangnya literasi dan transparansi wakaf masih menjadi tantangan pihaknya dalam menampung pemberi wakaf.

Baca juga: Singapura dan China Dominasi Investasi Asing di Indonesia 2020

“Kami berharap waqf.id menjadi sarana yang memudahkan generasi muda dalam berwakaf secara online. Kami akan terus mengembangkan waqf.id ini, sehingga dapat menjadi platform yang semakin mudah penggunaannya dan juga terjamin transparansi penggunaan dana wakafnya,” ujar Nur dalam konferensi pers online, Senin 25 Januari 2021.

Nur memproyeksikan, platform tersebut memberi kemudahan umat muslim dalam membayar wakaf. Dengan beragam cara seperti transfer antarrekening, virtual account, kartu kredit, hingga, e wallet, dan transparansi penggunaan anggaran secara periodik.

Nur mengungkapkan, pada kinerja 2020, dari dana wakaf Rumah Zakat telah mengelola 95 sumber air, 20 masjid, sembilan madrasah, kebun kelapa aromatic, pabrik penyulingan cengkeh, rumah kontrakan, minimarket, kebun sayur, lumbung pangan, peternakan domba, hingga wakaf saham.

“Di tahun 2021 ini, kami akan membangun sekolah dan juga rumah sakit dari dana wakaf uang. Semoga dana wakaf dapat semakin teroptimalkan untuk membangkitkan perekonomian negara kita,” ungkap Nur.