Rumit, MotoGP Belum Temukan Solusi tentang Kelanjutan Musim Ini

Liputan6.com, Jerez - Pandemi virus corona Covid-19 telah membuat banyak ajang olahraga ditunda atau dihentikan sementara. Salah satu ajang olahraga yang terdampak yakni balap motor MotoGP.

Empat balapan perdana MotoGP 2020 harus diundur karena penyelenggara khawatir dengan risiko penularan Covid-19. Sirkuit Jerez, Spanyol untuk sementara jadi kandidat seri pembuka MotoGP tahun ini, menggantikan empat seri awal yang diundur.

Namun, sekarang MotoGP harus bergulat dengan waktu untuk menentukan nasib ajang tersebut tahun ini. Apalagi muncul ancaman kerugian secara finansial dengan adanya penundaan tersebut.

Jika balapan tahun ini akhirnya bisa digelar, maka entah kapan waktu akan dimulainya. Selain itu, jadwal balapan yang nantinya akan terlalu padat bisa saja membuat beberapa seri dihapus.

Kemungkinan besar juga tak akan ada sesi jeda musim panas, yang berlangsung 13 Juli hingga 2 Agustus 2020, karena Dorna akan memasukkan sejumlah balapan MotoGP di periode tersebut mempertimbangkan batasan dari logistik, perbedaan waktu serta cuaca dan musim.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

Jumlah Balapan

Ilustrasi balapan MotoGP. (Crash)

Rencana lainnya yakni Dorna akan memundurkan akhir musim MotoGP sebanyak dua pekan ke 29 November 2020. Hal itu karena Dorna harus memasukkan empat seri perdana yang diundur yakni Thailand, Texas, dan Argentina ke jadwal lain.

"Tujuan kami adalah menjaga kejuaraan ini dengan jumlah balapan semaksimal mungkin," ungkap CEO Dorna Carmelo Ezpeleta, seperti dikutip AFP.

Revisi Jadwal

Kalender balap MotoGP yang direvisi nantinya akan mendapati tujuh pekan yang padat untuk menggelar enam balapan secara beruntun dengan hanya waktu libur satu pekan di antaranya.

Pandemi virus corona Covid-19 juga akan berdampak terhadap pengembangan motor dari setiap tim untuk tahun 2021. Tapi, MotoGP belum mengambil keputusan soal regulasi teknis tersebut.