Rumusan Masalah Adalah Tulisan Singkat Berisi Pertanyaan, Pahami Cara Membuatnya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Rumusan masalah adalah tulisan singkat yang berisi pertanyaan tentang topik diangkat oleh penulis. Rumusan masalah ini memuat pertanyaan yang hendak dijawab oleh penulis melalui karya tulis ilmiahnya. Kata tanya yang dipakai oleh penulis dalam membuat rumusan masalah adalah mengapa, bagaimana, dan apa.

Rumusan masalah mempertanyakan beberapa hal yang berkaitan dengan suatu penelitian. Nantinya, jawaban dari pertanyaan tersebut yang akan menjadi fokus penelitian. Tanpa adanya rumusan masalah, bisa dipastikan kegiatan penelitian tidak akan membuahkan hasil apapun.

Rumusan masalah umumnya diletakkan di bagian awal laporan. Tepatnya setelah di latar belakang. Cara membuat rumusan masalah juga tidak boleh asal menulis, harus sesuai dengan judul dan topik pembahasan dari laporan tersebut.

Untuk lebih rinci, berikut ini penjelasan mengenai pengertian rumusan masalah menurut para ahli, jenis, fungsi, hingga cara membuatnya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (22/9/2021).

Pengertian Rumusan Masalah Menurut Para Ahli

Ilustrasi karya ilmiah (Sumber: Istockphoto)
Ilustrasi karya ilmiah (Sumber: Istockphoto)

Secara umum, rumusan masalah adalah tulisan singkat berupa pertanyaan-pertanyaan mengenai masalah atau kejadian. Namun, ada beberapa para ahli berikut ini yang memiliki pendapat berbeda mengenai pengertian rumusan masalah, diantaranya.

Andrew dan Hildebrad

Menurut Andrew dan Hildebrad, rumusan masalah yang baik yang dibuat secara terencana, efektif dan memiliki karakteristik. Rumusan masalah yang baik mendukung hipotesis penelitian agar dapat dilakukan pengujian. Karakteristik yang terakhir adalah, masalah yang diangkat harus relevan dan dapat dikelola.

Albert Einstein

Menurut Albert Einstein, rumusan masalah jauh lebih penting daripada solusinya. Einstein mengungkapkan bahwasanya pengajuan rumusan masalah didasarkan pada pertanyaan-pertanyaan baru, sehingga mendukung kemungkinan baru dan mempertimbangkan masalah lama menjadi sesuatu yang baru yang lebih kreatif dan imajinatif.

Alan Byrman

Menurut Alan Byrman, rumusan masalah adalah pernyataan yang jelas terhadap hal-hal tertentu. Di mana hal itulah yang dijadikan sebagai perhatian dan yang diberi titik fokus untuk diteliti lebih lanjut. Tentu sifat penelitian selalu menawarkan solusi dan hal yang jelas dan luas.

Sugiyono

Menurut Sugiyono memandang rumusan masalah adalah sebuah pertanyaan yang mencari sebuah jawaban lewat pengumpulan data dan penelitian. Di mana penelitian dapat dilakukan berdasarkan tingkat eksplanasi.

Jenis-jenis Rumusan Masalah

Ilustrasi karya ilmiah. (Photo by Patrick Tomasso on Unsplash)
Ilustrasi karya ilmiah. (Photo by Patrick Tomasso on Unsplash)

Secara umum, rumusan masalah dibagi menjadi tiga jenis, yaitu rumusan masalah deskriptif, komparatif, dan asosiatif. Adapun penjelasan mengenai jenis-jenis rumusan masalah adalah seperti berikut:

1. Rumusan Masalah Deskriptif

Rumusan masalah deskriptif adalah rumusan masalah yang menggambarkan seluruh alur penelitian kualitatif, mulai dari latar belakang hingga penarikan kesimpulan. Biasanya, rumusan masalah deskriptif bersifat penelitian kualitatif. Selain itu, jenis rumusan masalah ini digunakan jika penelitian yang hendak dilakukan memiliki satu variabel.

2. Rumusan Masalah Komparatif

Rumusan masalah komparatif merupakan jenis rumusan masalah yang membandingkan suatu variabel atau beberapa variabel pada sebuah penelitian. Sehingga, bisa dikatakan bahwa jenis rumusan masalah ini merupakan kebalikan dari rumusan masalah deskriptif.

3. Rumusan Masalah Asosiatif

Rumusan masalah asosiatif adalah suatu rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Setidaknya ada tiga bentuk hubungan, yakni hubungan kausal, hubungan simetris, dan interaktif.

Fungsi Rumusan Masalah

Dalam sebuah karya ilmiah, skripsi, dan makalah merupakan salah satu sarana komunikasi tertulis yang sering dikerjakan oleh para sarjana atau ilmuwan untuk merealisasikan ide-idenya. Dalam penulisan karya ilmiah, harus ada rumusan masalah yang berfungsi sebagai pedoman pada sebuah penelitian. Selain itu, rumusan masalah juga dapat membuka pikiran pembaca terhadap suatu masalah.

Cara Membuat Rumusan Masalah yang Baik dan Benar

Ilustrasi menulis (Sumber: Istockphoto)
Ilustrasi menulis (Sumber: Istockphoto)

Ada beberapa cara membuat rumusan masalah yang baik dan benar untuk menulis laporan skripsi, makalan, maupun karya ilmiah. Berikut cara membuat rumusan masalah adalah:

1. Buat secara Spesifik

Cara membuat rumusan masalah yang paling utama adalah membuat rumusan secara spesifik. Dalam menulis rumusan masalah, tidak perlu dijabarkan secara panjang lebar. Sebab justru akan menghilangkan inti yang ingin disampaikan. Selain itu, rumusan masalah bentuknya sebuah pertanyaan, jadi cukup ditulis secara singkat padat dan jelas.

2. Menentukan Metode Penelitian yang Sesuai

Selanjutnya, cara membuat rumusan masalah adalah dengan menentukan metode penelitian yang sesuai. Tentu saja Anda harus menentukan terlebih metode penelitian yang sekiranya tepat dengan tema yang Anda angkat. Membicarakan tentang metode penelitian, Anda bisa memutuskan untuk menggunakan metode penelitian kualitatif atau kuantitatif.

3. Mencari Wawasan Teori-teori yang Mendukung Metode Penelitian yang Dipilih

Selanjutnya, cara membuat rumusan masalah adalah dengan mencari wawasan teori-teori yang mendukung metode penelitian yang dipilih. Menentukan metode penelitian hal yang tidak kalah penting. Jangan sampai salah menempatkan urutan menimbulkan salah tindakan. Kesalahan dalam bertindak akan mempengaruhi pada proses penyelesaian penelitian. Kelebihan menentukan metode penelitian ini membantu peneliti menentukan konsep yang pas dan cocok digunakan.

4. Kreatif Melihat Fenomena Di Sekeliling

Selanjutnya, cara membuat rumusan masalah adalah dengan kreatif melihat fenomena di sekeliling kita. Poin ini sebenarnya sederhana, tetapi sulit dalam praktiknya. Kecuali bagi Anda yang terbiasa berpikir, mungkin tidak begitu kesulitan dalam membuat rumusan masalah. Sebenarnya rumusan masalah itu banyak sekali di sekeliling kita, jika kita peka membidik. Umumnya, kesulitan utama dalam membuat rumusan masalah karena terlalu jauh memikirkan berpikir. Padahal penelitian bisa diambil dari kasus-kasus kecil dan sederhana yang sering dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

5. Gunakan 5W + 1H

Cara membuat rumusan masalah yang selanjutnya adalah dengan menggunakan rumusan 5W + 1H. Jika Anda mengalami kesulitan menentukan topik atau tema penelitia, Anda bisa menerapkan 5W + 1 H. Caranya cukup membuat pertanyaan yang menarik, sebanyak mungkin yang Anda minati.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel