Rupiah akhir pekan melemah di tengah wacana perpanjangan PPKM Darurat

·Bacaan 1 menit

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat sore ditutup melemah di tengah wacana perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Rupiah ditutup melemah 15 poin atau 0,1 persen ke posisi Rp14.498 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.483 per dolar AS.

Analis pasar uang Bank Mandiri Rully Arya saat dihubungi di Jakarta, Jumat, mengatakan, pergerakan rupiah hari ini terpengaruh oleh perkembangan domestik.

Baca juga: Rupiah Jumat pagi melemah 32 poin

"Dari domestik rupiah dipengaruhi oleh sentimen kekhawatiran dari dampak ekonomi PPKM Darurat dan masih belum melandainya tingkat penularan kasus harian COVID-19," ujar Rully.

Di Indonesia, pada Kamis (15/7) jumlah kasus baru COVID-19 mencetak rekor harian baru yaitu 56.757 kasus sehingga total kasus terkonfirmasi positif COVID-19 menjadi 2.726.803 kasus.

Pemerintah pun berencana memperpanjang implementasi PPKM Darurat hingga enam minggu untuk menekan eskalasi kasus baru COVID-19.

Baca juga: Satgas: Kasus positif di Indonesia meningkat 42 persen dalam sepekan

"Selain itu kecenderungan adanya rebound Indeks Dolar karena ada kecenderungan flight to safety karena memburuknya pandemi akibat varian Delta di Asia," kata Rully.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.515 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.498 per dolar AS hingga Rp14.537 per dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat melemah ke posisi Rp14.517 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.503 per dolar AS.

Baca juga: IHSG akhir pekan menguat, ditopang kenaikan saham energi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel