Rupiah awal pekan menguat ditopang penurunan kasus COVID-19

·Bacaan 2 menit

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan, ditutup menguat ditopang penurunan kasus harian COVID-19 di dalam negeri.

Rupiah ditutup menguat 40 poin atau 0,28 persen ke posisi Rp14.413 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.453 per dolar AS.

"Ada penguatan sedikit di rupiahnya hari ini ya. Sentimen tapering memang santer pengaruhi pasar, tapi kelihatannya masih menunggu kepastian nanti di Jackson Hole," kata analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Nikolas Prasetia saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Menurut Nikolas, apabila di acara Simposium Tahunan Kebijakan Ekonomi di Jackson Hole, Wyoming, AS, nanti The Fed memberikan sinyal baru, dolar AS bisa menguat dan berdampak ke nilai tukar rupiah.

Untuk lokal, Nikolas melihat efek turunnya kasus harian COVID-19 yang cukup signifikan menjadi sentimen positif bagi rupiah.

"Ada harapan roda ekonomi bisa kembali berputar. Sementara itu, Indonesia baru saja kedatangan tambahan dosis vaksin. Kalau saya melihatnya ini jadi sentimen ke rupiah," ujar Nikolas.

Di Tanah Air, jumlah kasus harian COVID-19 terus menurun di mana pada Minggu (22/8) mencapai 12.408 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 3,98 juta kasus.

Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 1.030 kasus sehingga totalnya mencapai 126.372 kasus.

Sementara itu, jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 24.276 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 3,55 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 306.760 kasus.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.435 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.408 per dolar AS hingga Rp14.435 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin menguat ke posisi Rp14.415 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.464 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah menguat seiring optimisme pasar terhadap pemulihan ekonomi
Baca juga: Rupiah akhir pekan ditutup terkoreksi dipicu sentimen tapering
Baca juga: Rupiah melemah masih dipicu sentimen tapering The Fed

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel