Rupiah Diprediksi Masih Loyo, Ini Penyebabnya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan diperkirakan masih akan melemah seiring masih tingginya inflasi di Amerika Serikat

Kurs rupiah pagi ini bergerak melemah 4 poin atau 0,02 persen ke posisi 14.269 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya 14.265 per dolar AS.

"Nilai tukar rupiah masih berpeluang melemah terhadap dolar AS hari ini dengan indikasi inflasi yang masih tinggi dan situasi ketenagakerjaan yang membaik di AS," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Dari data tenaga kerja AS, klaim tunjangan pengangguran mingguan menunjukkan klaim terendah sejak 1969. Selain itu data indikator inflasi AS, Price Consumption Expenditure (PCE) Oktober, menunjukan kenaikan inflasi yang persisten. Data PCE bulan Oktober menunjukan kenaikan 5,3 persen secara tahunan, sama seperti bulan sebelumnya.

"Data-data ini mendukung percepatan pengetatan moneter di AS yang bisa mendorong penguatan dolar AS," ujar Ariston.

Dari dalam negeri, kemarin Gubernur Bank Indonesia menyampaikan pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 dibandingkan proyeksi sebelumnya.

Perry memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada tahun ini hanya berada dalam kisaran 3,2 persen - 4 persen, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya 3,5 persen - 4,3 persen.

"Ini mungkin bisa memberikan sentimen negatif ke rupiah," kata Ariston.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kasus Covid-19

Warga berolahraga jalan kaki di trotoar  Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (21/11/2021). Untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19, pemerintah akan menerapkan kebijakan PPKM Level 3 untuk seluruh wilayah Indonesia selama masa libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.(Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Warga berolahraga jalan kaki di trotoar Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (21/11/2021). Untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19, pemerintah akan menerapkan kebijakan PPKM Level 3 untuk seluruh wilayah Indonesia selama masa libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.(Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Sementara itu, jumlah kasus harian COVID-19 di Tanah Air pada Rabu (24/11) kemarin mencapai 451 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,25 juta kasus.

Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 13 kasus sehingga totalnya mencapai 143.766 kasus.

Adapun untuk jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 377 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 4,1 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 7.977 kasus.

Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 136,08 juta orang dan vaksin dosis kedua 91,21 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Ariston mengatakan rupiah hari ini masih akan berpotensi melemah ke arah Rp14.300 per dolar AS dengan potensi penguatan di kisaran Rp14.220 per dolar AS.

Pada Rabu (24/11) lalu, rupiah ditutup melemah 7 poin atau 0,05 persen ke posisi Rp14.265 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.258 per dolar AS.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel