Rupiah Ditutup Melemah Rp15.020 per USD Terdampak Inflasi AS

Merdeka.com - Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah ditutup melemah 28 poin di level Rp 15.020 dari penutupan sebelumnya di level Rp 14.991 per USD. Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp15.010 hingga Rp.15.060 per USD.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, pelemahan nilai tukar Rupiah ini akibat lonjakan inflasi di Amerika Serikat (AS). Departemen Tenaga Kerja AS mencatat, inflasi pada Juni 2022 mencapai 9,1 Persen atau menjadi yang terburuk sejak 1981 silam.

"Dolar AS menguat terhadap mata uang lainnya pada Kamis, karena data inflasi AS yang tinggi mendorong ekspektasi pengetatan moneter lebih lanjut dari Federal Reserve AS yang lebih cepat dan arus safe-haven di tengah meningkatnya kekhawatiran akan resesi," ujar Ibrahim di Jakarta, Kamis (14/7).

Ibrahim menyampaikan, pelemahan nilai tukar Rupiah sendiri tak lepas dari rencana The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga Fed satu persentase poin bersejarah akhir bulan ini. "Presiden Fed Bank of Atlanta Raphael Bostic mengatakan 'semuanya dalam permainan' untuk memerangi tekanan harga," ujarnya.

Selain itu, pelemahan nilai tukar Rupiah juga masih sedikit banyaknya dipengaruhi oleh perang Rusia dan Ukraina yang tak kunjung usai. Akibatnya, proses pemulihan ekonomi global masih diwarnai ketidakpastian yang tinggi selain juga mendorong laju inflasi di berbagai negara.

"Perang ini kemudian berimbas pada lonjakan harga komoditas pangan dan energi dunia, dan kemudian mendorong kenaikan inflasi di berbagai belahan dunia. Bahkan, bisa mendorong mereka ke arah resesi," tutupnya. [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel