Rupiah ditutup melemah seiring pasar cerna data tenaga kerja AS

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan ditutup melemah seiring pelaku pasar yang mencerna data tenaga kerja di Amerika Serikat.

Rupiah ditutup melemah 11 poin atau 0,08 persen ke posisi Rp14.907 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.896 per dolar AS.

"Dolar AS naik setelah pasar selesai mencerna laporan tenaga kerja AS pada hari Jumat malam," tulis Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Baca juga: Rupiah awal pekan diprediksi melemah usai harga BBM naik

Laporan pekerjaan AS menunjukkan ada penambahan 315.000 pekerjaan pada Agustus, atau sesuai estimasi konsensus dengan tingkat pengangguran naik menjadi 3,7 persen (yoy) atau di atas estimasi.

Laporan pekerjaan periode Agustus dinilai penting karena akan menjadi bahan pertimbangan The Fed sebelum menaikkan suku bunga pada pertemuan September.

The Fed yang akan mengadakan pertemuan kebijakan suku bunga pada 21-22 September diekspektasikan akan kembali menaikkan tingkat suku bunga acuan sebesar 75 basis poin.

Beberapa pejabat The Fed menyebutkan perlu kenaikan suku bunga untuk menekan tingkat inflasi yang masih tinggi. Sedangkan Gubernur The Fed Jerome Powell menyebutkan keterbukaan pada tingkat suku bunga yang tinggi untuk sementara waktu yang lebih lama sebagai jaminan menekan inflasi di AS.

Baca juga: Dolar tergelincir di tengah data pekerjaan AS

The Fed sedang mencari cara memerangi inflasi yang mencapai tertinggi 40 tahun pada kenaikan harga makanan dan bahan bakar.

Suku bunga The Fed diindikasikan kemungkinan akan terus meningkat sampai inflasi secara substansial mendekati target bank sentral 2 persen.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.889 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.889 per dolar AS hingga Rp14.935 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin melemah ke posisi Rp14.920 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.900 per dolar AS.