Rupiah ditutup menguat 54 poin, usai rilis data inflasi RI Mei

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu sore menguat usai Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi Mei 2022.

Rupiah ditutup menguat 54 poin atau 0,37 persen ke posisi Rp14.480 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.534 per dolar AS.

"Rupiah berhasil ditutup menguat hari ini terhadap dolar AS. Kelihatannya pasar masih yakin dengan perekonomian Indonesia," kata Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Data inflasi Mei 2022 menunjukkan inflasi secara bulanan atau month on month (mom) yang lebih rendah dibandingkan April 2022.

BPS mencatat inflasi sebesar 0,4 persen pada Mei 2022 disumbang dari tarif angkutan udara, telur ayam ras, ikan segar, dan bawang merah.

Dengan terjadinya inflasi pada Mei, maka inflasi tahun kalender Mei 2022 terhadap Desember 2021 sebesar 2,56 persen dan inflasi tahun ke tahun (yoy) Mei 2022 terhadap Mei 2021 sebesar 3,55 persen.

Baca juga: BPS: Inflasi 0,4 persen pada Mei 2022, IHK naik menjadi 110,42

Inflasi pada Mei 2022 yang sebesar 3,55 persen (yoy) merupakan yang tertinggi sejak Desember 2017 sebesar 3,61 persen (yoy).

"Padahal risiko inflasi global meninggi belakangan ini karena naiknya harga-harga komoditi dunia akibat perang di Ukraina," ujar Ariston.

Selain itu, lanjut Ariston, surplus besar neraca perdagangan Indonesia sebelumnya dan kembali bergulirnya aktivitas ekonomi Indonesia karena pelonggaran oleh pemerintah, juga memberikan sentimen positif ke rupiah.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.573 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.65 per dolar AS hingga Rp14.585 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis menguat ke posisi Rp14.526 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.592 per dolar AS.

Baca juga: Dolar capai level tertinggi atas yen, ditopang mbal hasil obligasi AS
Baca juga: Harga minyak turun, investor tunggu kebijakan OPEC+ dan fokus ke Saudi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel