Rupiah ditutup menguat, minat pasar turun terhadap dolar AS

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore ditutup menguat seiring turunnya minat pelaku pasar terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Rupiah ditutup menguat 65 poin atau 0,42 persen ke posisi Rp15.568 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.633 per dolar AS.

"Ekspektasi The Fed akan mengambil langkah sesuai sikap yang sudah diumumkan menyebabkan turunnya minat pelaku pasar terhadap dolar AS," tulis Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Pada akhir pekan lalu rilis data non-farm employment change AS menunjukkan kenaikan sebesar 223.000 pekerjaan, di atas ekspektasi 200.000 pekerjaan, tetapi diikuti oleh turunnya rata-rata upah per jam atau average hourly earnings.

Baca juga: Fed ingin fleksibilitas pada suku bunga saat inflasi tetap jadi fokus

Data pertumbuhan upah per jam Desember yang merupakan salah satu indikator inflasi menunjukkan pertumbuhan 0,3 persen, lebih rendah dibandingkan ekspektasi dan juga bulan sebelumnya 0,4 persen. Hal itu menyebabkan kurangnya alasan untuk mendorong The Fed mengambil sikap yang agresif pada pertemuan awal Februari nanti.

Sedangkan data tingkat pengangguran yang turun, walau mengejutkan, tidak memberikan dampak bagi sentimen The Fed. Tingkat pengangguran pada Desember turun menjadi 3,5 persen dari bulan sebelumnya 3,7 persen.

Pasca-rilis data tenaga kerja tersebut, pelaku pasar memandang The Fed masih akan mengambil langkah sesuai ekspektasi yaitu kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Hal itu sejalan dengan pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell pada Desember lalu dan isi dari notula rapat The Fed yang diumumkan pekan lalu.

Baca juga: Dolar stabil awal sesi Asia, investor kaji jalur kenaikan suku bunga

Fokus pasar sekarang beralih ke data inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang akan dirilis pada Kamis (9/1) untuk isyarat lebih lanjut tentang jalur suku bunga AS.

Inflasi IHK diperkirakan telah merosot ke level terendah satu tahun pada Desember, menunjukkan bahwa serangkaian kenaikan suku bunga yang tajam oleh Fed pada 2022 memiliki efek yang diinginkan.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp15.580 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.556 per dolar AS hingga Rp15.586 per dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin menguat ke posisi Rp15.574 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.635 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah Senin pagi menguat 58 poin