Rupiah ditutup menguat usai Bank Indonesia tahan suku bunga acuan

Ahmad Wijaya
·Bacaan 2 menit

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis sore ditutup menguat usai Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya.

Rupiah ditutup melemah 17 poin atau 0,12 persen ke posisi Rp14.108 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.125 per dolar AS.

"Dari eksternal, pelaku pasar merespons positif keputusan bank sentral Amerika Serikat The Fed untuk melanjutkan mempertahankan suku bunga acuan di bawah 0,25 persen dalam waktu yang lama," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Kamis.

The Fed juga berkomitmen menjaga kebijakan pelonggaran kuantitatif (quantitative easing/QE). Lembaga yang dipimpin Jerome Powell itu menyiapkan dana 120 miliar dolar AS per bulan untuk membanjiri pasar dengan likuiditas, dengan membeli surat utang sampai ada perbaikan substansial menuju target "full employment" dan stabilitas harga.

Di samping itu, ada kabar stimulus fiskal di AS yang menemui titik terang. Titik terang mulai terlihat dari pembahasan stimulus fiskal di AS setelah Partai Demokrat dan Partai Republik merilis proposal senilai 908 miliar dolar AS. Partai Demokrat saat ini menguasai House of Representative (DPR) sementara Partai Republik menguasai Senat, hal ini yang membuat penambahan stimulus terus mengalami tarik ulur.

Kabar baik lainnya datang dari perundingan keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau yang dikenal dengan istilah Brexit. Untuk diketahui, Inggris saat ini masih dalam masa transisi Brexit yang berakhir pada 31 Desember nanti. Jika sampai batas waktu tersebut belum tercapai kesepakatan, maka akan terjadi hard Brexit yang ditakutkan membuat perekonomian Inggris merosot, dan menyeret Eropa.

Perundingan antara Inggris dan Uni Eropa akhirnya menemukan titik terang. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen mengatakan sudah ada jalan menuju kesepakatan Brexit, dan beberapa hari ke depan akan menjadi penting.

Dari domestik, kabar baik datang dari pernyataan Presiden Jokowi untuk menggratiskan vaksin COVID-19 kepada masyarakat, yang sebelumnya hanya 30 persen saja sedangkan yang 70 persen dibayar secara mandiri. Keputusan ini di ambil setelah presiden menerima banyak masukan dari masyarakat dan kalkulasi ulang, hitung ulang mengenai keuangan negara.

Kabar tersebut disambut baik pelaku pasar, setidaknya pengeluaran masyarakat untuk vaksinasi menjadi nol, dan bisa dialihkan untuk konsumsi lainnya. Konsumsi masyarakat sendiri merupakan kontributor terbesar dalam pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Desember 2020 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,75 persen. Keputusan itu mempertimbangkan prakiraan inflasi yang tetap rendah, stabilitas eksternal yang terjaga, dan sebagai langkah lanjutan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.122 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.108 per dolar AS hingga Rp14.124 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.152 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya di posisi Rp14.151 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah berpeluang menguat dipicu harapan disetujuinya stimulus AS
Baca juga: Rupiah ditutup melemah tipis seiring pengetatan aktivitas ekonomi