Rupiah Ditutup Stabil, Investor Waspadai Perlambatan Ekonomi Global

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada Kamis sore ditutup stagnan, seiring kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

Rupiah sore ini ditutup stagnan alias sama dengan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya 14.173 per dolar AS.

"Nilai tukar rupiah sempat mengalami tekanan terhadap dolar AS hari ini yang dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap perlambatan ekonomi," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra seperti dikutip dari Antara, Kamis (28/10/2021).

Menurut Ariston, pelaku pasar mengkhawatirkan perlambatan ekonomi karena kenaikan inflasi yang terjadi akibat terhambatnya suplai dan kenaikan harga energi.

Kenaikan inflasi dinilai bisa memicu bank-bank sentral dunia mengetatkan kebijakan moneternya yang malah bisa menekan laju pertumbuhan ekonomi.

"Pasar juga mungkin mengantisipasi kebijakan tapering AS yang mungkin akan diumumkan setelah rapat kebijakan moneter nank sentral AS pada tanggal 4 November, seminggu lagi," ujar Ariston.

Di sisi lain, menurunnya imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS terutama tenor 10 tahun ke bawah level 1,6 persen menahan pelemahan rupiah.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Faktor Domestik

Pekerja menunjukan mata uang Rupiah dan Dolar AS di Jakarta, Rabu (19/6/2019). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini Rabu (19/6) ditutup menguat sebesar Rp 14.269 per dolar AS atau menguat 56,0 poin (0,39 persen) dari penutupan sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar )
Pekerja menunjukan mata uang Rupiah dan Dolar AS di Jakarta, Rabu (19/6/2019). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini Rabu (19/6) ditutup menguat sebesar Rp 14.269 per dolar AS atau menguat 56,0 poin (0,39 persen) dari penutupan sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar )

Dari domestik, jumlah kasus harian COVID-19 pada Rabu (27/10) kemarin mencapai 719 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,24 juta kasus.

Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 29 kasus sehingga totalnya mencapai 143.299 kasus.

Adapun untuk jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 944 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 4,09 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 12.735 kasus.

Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 115,5 juta orang dan vaksin dosis kedua 70,11 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel